Jumat, 26 Desember 2008

My fave MPV

Inilah mobil ke 6 yang pernah singgah di garasiku. Semuanya punya kesan dan memori yang sulit untuk dilupakan. Mobil I : Daihatsu Neo Zebra ZLX 2004 (new) Mobil II : Hyundai Trajet GLX 2003 (used) Mobil III : Chevrolet Blazer Montera 2003 (used) Mobil IV : Chevrolet Tavera 2003 (used) Mobil V : Kijang Kapsul LGX 1.8 2002 (used) Mobil VI : Kijang Innova 2007 (used)

Kupas semua varian Innova

Tanpa terasa, empat tahun sudah dinasti Toyota Kijang bertransformasi dari kendaraan berbasis niaga menjadi murni penumpang. Bisa ditebak, seperti Kijang-kijang sebelumnya, model generasi kelima ini pun laris manis dan serapat meraih angka penjualan 8 ribu per bulan dengan inden lebih lama dari lamanya ibu mengandung. Penurunan penjualan pada 2005 akibat naiknya bbm dapat disiasati Toyota dengan menghadirkan sistem manajemen mesin closed loop. Sistem ini membuat konsumsi bbm lebih irit dan mampu mendongkrak kembali angka penjualan menjadi 4-5 ribuan unit per bulan. Sungguh luar biasa, mengingat harga jual Kijang Innova yang tak lag! berada dalam kategori mobil rakyat, bahkan sudah merambah segmen premium. Empat tahun setelah peluncuran perdananya, Toyota akhirnya memperkenalkan Kijang Innova facelift. Seperti pernah terjadi pada Kijang-Kijang sebelumnya, ubahan dilakukan lebih bersifat kosmetik. Secara umum, Innova baru ini dapat dibedakan lewat desain bumper, gril, lampu belakang, hingga pelek baru. Sementara untuk interior, terdapat panel AC baru, serta desain head unit berbeda. Sisanya berupa warna interior, material jok dan desain panel kayu. Varian bertransmisi manual juga memiliki konsol transmisi lebih tinggi dibanding model pra facelift. Seperti sebelumnya, Innova baru ini hadir dalam tiga pilihan trim: E, G, dan V, serta dua opsi mesin: bensin dan diesel. Berikut kami saji-kan perbedaan detail masing-masing trim. Mana yang kira-kira sesuai dengan kebutuhan Anda? EksteriorSelain emblem, cara paling mudah membedakan mana E, G dan V adalah dengan melihat gril dan pelek. Jika model E dibekali gril sewarna bodi, bagian atas gril pada varian G yang ikut menempel pada kap mesin sudah dilapisi krom. Di mana, model Innova V memiliki gril yang seluruhnya berlapis krom. Untuk pelek, 'E' masih mengandalkan pelek besi 14 inci yang diberi dop plastik palang enam. Sementara 'G' dan 'V sudah dibekali pelek alloy bermotif palang 15 inci dengan desain yang berbeda. Beda lain, spion samping 'E' berkelir hitam polos, 'G' sewarna bodi, sementara 'V'dilapisi krom. Oh ya, pada varian 'G' dan "V juga terdapat foglamp. InteriorPada 'E' dan 'G', perbedaan interior tidak begitn kentara. Keduanya masil mengadopsi desain setir three spoke, pun kenop AC konvensional. Hanya saja, 'E' masih dilengkapi head unit single DIN pemutar kaset dan radio. Di mana, pada 'G' telah menjelma menjadi 2 DIN layaknya model 'V. Sementara, status sebagai varian top of the line membuat Kijang Innova V memiliki interior paling mewah dan eksklusif. Mulai dari setir spoke dengan tombol audio dan MID, panel kayu, Optitron meter duster, hingga AC dengan climate control digital. Toyota juga menawarkan varian G dan V Captain Seat, yakni dilengkapi sepasang jok individual di baris kedua. Sementara, ketiga varian telah dilengkapi AC double blower terintegrasi di plafon. MesinUntuk mesin, praktis tidak terjadi perubahan sedikitpun. Kijang Innova facelift tetap dipersenjatai mesin bensin 2.000 cc dan diesel 2.500 cc dengan turbo dan direct injection. Untuk yang bensin, daya dihasilkan sebesar 136 dk, sementara torsi maksirnum 182 Nm disemburkan pada putaran 4.000 rpm. Akselerasi 0-100 km/jam dituntaskan dalam 12,87 detik. Sementara, sama seperti varian 2007 yang telah lolos Euro2, kehadiran sistem manajemen mesin closed loop membuat konsumsi bbm lumayan irit. Hasil pengetesan kami pada rute dalam kota mencatat angka 9,3 km/l. Bagaimana dengan varian diesel? Mesin berkode 2KD-FTV berdaya 102 dk ini hadir dalam dua torsi berbeda. Varian bertransmisi manual mendapatkan mesin dengan torsi 200 Nm, sementara varian otomatis diberi torsi 260 Nm. Alhasil, performa pun lumayan. Hasil pengetesan kami pada Innova 2.5V A/T mencatat akselerasi 0-100 km/jam secepat 16,7 detik. Sementara, konsumsi bbm dalam kotanya 7,7 km/l dengan tes jalan tol seirit 14 km/l. Fitur kelengkapanSudah pasti, perbedaan grade akan diikuti oleh penamabahan fitur kelengkapan. Sebagai model entry level, Innova E jelas yang paling spartan dibanding lainnya. Namun fltur kelengkapannya terbilang lumayan. Model ini sudah dilengkapi power steering, power window, hanya saja varian E standar benar-benar terondol karena belum dilengkapi alat pemutar audio. Sementara Innova E Double Blower sudah dilengkapi audio dan AC double blower. HargaDibanding generasi sebelumnya Kijang Kapsul, Toyota Kijang Innova bisa dibilang telah iiaik kelas. Bahkan posisinya sebagai kendaraan 'sejuta umat' telah diambil alih oleh Toyota Avanza. Saat ini Kijang Innova dijual dalam rentang harga Rp 168,5-255,1 juta on-the-road yang disajikan dalam 16 varian. First opinionPatut dicatat, tak ada MPV lain di pasaran yang menawarkan varian selengkap Kijang Innova. Rentang harga hampir Rp 100 juta, mulai dari varian termurah hingga termahal patut disebut daya tarik tersendiri bagi konsumen. Tinggal menyesuaikan dengan budget, varian Innova manakah yang paling cocok dengan Anda. Bahkan terdapat pilihan mesin bensin dan diesel. Ditambah, kehadiran gimmick kosmetik yang diprediksi mampu menjadi senjata ampuh bagi Kijang Innova dalam menghadapi rival-rivalnya. Sumber : AutoBild Indonesia

Kijang Innova terbukti lebih irit dari LGX1.8

Kijang Innova Terbukti Lebih Irit .fullpost{display:inline;} Menanggapi rumor bahwa konsumsi BBM Kijang Innova cenderung lebih boros dibandingkan varian-varian Kijang sebelumnya, majalah Mobilmotor mengadakan sebuah uji coba untuk mencari fakta yang benar terkait dengan rumor tersebut.Ujicoba dilakukan dengan cara `mengadu` Kijang LGX 2003 1800 cc dengan Kijang Innova G 2000 cc, dimana keduanya merupakan best seller dari tiap generasi Kijang. Sebelum mulai mengetes konsumsi BBM kedua mobil tersebut, Mobilmotor telah memeriksa dan menyamakan terlebih dahulu kondisi dari keduanya, termasuk kisaran jarak tempuh untuk mengoptimalkan hasil test.Kedua kendaraan tersebut diuji menggunakan sistem full to full dengan bahan bakar Pertamax, dan mengambil rute Jakarta-Bandung-Jakarta, serta jalan perkotaan yang menyajikan kemacetan.Hasilnya, tak hanya tak seboros yang dibayangkan, namun bahkan ternyata Kijang Innova 2000 cc bisa lebih irit dari Kijang 1800 cc. Rata-rata konsumsi BBM yang dicapai Kijang Innova adalah 9,8 km/l sementara Kijang LGX adalah 8,7 km/l. Hasil test tersebut senada dengan komentar dari pengguna Kijang LGX dan Kijang Innova. Fakta lain yang perlu disebut terkait dengan masalah konsumsi BBM ini adalah bahwa power of weight dari Kijang Innova lebih baik dari varian sebelumnya.Sumber : Majalah Mobil Motor