Jumat, 12 Juni 2009

Kijang Innova Bensin Vs Diesel? Mana Yang Terbaik?

Kijang Innova Bensin Vs Diesel? Mana Yang Terbaik?

Kijang Innova Bensin Vs Diesel? Mana Yang Terbaik?Jika ditanya, mana yang lebih baik antara Kijang Innova bensin versus diesel? Jawabannya tidak bisa langsung ke salah satu mesin tersebut. Memang, bila melihat perbedaan harga sampai Rp 15 juta/unit untuk grade yang sama, Innova bensin jelas sangat menarik.

Konsumen tentu makin kurang tertarik bila mendengar suara dan getaran mesin diesel. Padahal, dibandingkan mesin diesel konvensional, mesin diesel common rail memiliki suara lebih halus dan getarannya lebih rendah, meski belum bisa mengalahkan mesin bensin.

Lantas, apa nilai positif mesin diesel? Salah satu dan yang paling menarik adalah konsumsi bahan bakarnya yang lebih irit.
Ekonomis. Nilai ekonomis operasional dari konsumsi bahan bakar yang irit dan harga solar yang lebih murah adalah daya tarik utama mesin diesel. Ini pun hanya untuk solar biasa atau biosolar dengan Premium. Bila menggunakan Pertamax, termasuk Pertamax Plus dan Pertamina Dex yang seharusnya menjadi menu harian Innova bensin dan diesel, cerita agak lain.

Dulu, ketika perbedaan harga antara solar dan bensin cukup mencolok, masalah harga ini menjadi faktor utama sebagian konsumen Indonesia memilih kendaraan bermesin diesel. Pasalnya, biaya operasi hariannya benar-benar membuat pemilik kendaraan diesel puas. Sangat murah!

Kini, dengan harga bahan bakar yang lebih murah, konsumen mobil tidak terlalu memikirkan keuntungan biaya operasional tersebut, apalagi harga antara bahan bakar diesel (solar) dan Premium perbedaannya tidak terlalu banyak.

Namun yang pasti, jika kendaraan digunakan dengan jarak tempuh harian yang jauh, dari konsumsi bahan bakar akan diperoleh keuntungan lebih besar.

Diperkirakan, pada tahun pertama, biaya investasi mesin diesel lebih besar. Tahun berikutnya ditutupi oleh biaya operasional yang lebih murah. Dan tentu saja, mesin diesel akan lebih menguntungkan kalau sering ditugaskan untuk melakukan perjalanan jarak jauh.

Pada tahun kedua, antara mesin Innova bensin dan diesel, nilainya sudah sama. Namun setelah itu, nilai ekonomis mesin diesel tidak bisa dikalahkan oleh mesin bensin.

Setelah tahun kedua dan seterusnya, Innova diesel memberikan keuntungan ekonomis yang semakin baik.
Perawatan. Bagaimana dengan biaya perawatan? Banyak yang menilai, karena tidak menggunakan pengapian, biaya perawatan mesin diesel lebih murah. Meski begitu, ada beberapa komponen untuk mesin diesel harganya lebih mahal.

Secara umumnya, pada mesin yang diesel, komponen yang perlu mendapatkan perhatian serius adalah saringan udara, saringan oli, oli mesin, dan filter bahan bakar.

Adapun mesin bensin, selain komponen seperti di atas, busi juga mendapatkan perhatian dan pergantian. Bila tidak, hal itu akan menyebabkan kerja tidak efisien, apalagi lebih sering menggunakan Premium.

Kenyamanan. Untuk yang satu ini, tak terbantahkan, mesin bensin unggul. Bila ingin menikmati kenyamanan di perjalanan, pilihan pastinya—dalam kondisi standar—mesin bensin. Suara dan getaran dari mesin bensin lebih rendah. Sebenarnya, mesin common rail sekarang ini memiliki suara dan getaran lebih halus dibandingkan mesin diesel konvensional.

Suara dan getaran mesin diesel bisa saja dibekap agar tidak sampai ke ruang penumpang. Namun biayanya jadi bertambah.

Ketahanan. Mesin diesel lebih tahan terhadap lingkungan dan kondisi kerja yang lebih berat. Misalnya cuaca panas dan panas jalanan macet. Makin panas cuaca dan suhu di sekitarnya, mesin diesel makin baik.
Kelebihan lainnya, mesin diesel tidak terlalu sensitif terhadap banjir dan hujan. Mesin diesel adalah pekerja berat.
Performa. Mesin diesel common rail sekarang menghasilkan torsi lebih besar. Selain membuat kendaraan jadi lebih irit, akselerasinya juga makin baik. Di samping itu, diesel ini juga lebih cocok untuk jalanan macet atau banyak tanjakan.

Mesin bensin yang bekerja pada putaran lebih tinggi cocok untuk mereka yang suka melaju pada kecepatan tinggi. Kecepatan tertingginya lebih baik.

Lain-lain. Dengan penjelasan tersebut di atas, pertanyaan yang muncul pada awal artikel akan terjawab.

Bila mengutamakan kenyamanan dan cuma digunakan satu atau dua tahun pertama, Innova bensin lebih cocok. Sebaliknya, jika penggunanya memprioritaskan biaya operasional yang ekonomis, pilih Innova diesel.

Lantas, bagaimana kalau menggunakan bensin oktan 92 dan 95 versus Pertamina Dex?
Tampaknya, hal itu akan dibahas lagi nanti!
Spesifikasi mesin diesel dan bensin Kijang Innova
Item
Diesel
Bensin
Tipe
2KD-FTV,
Common Rail, Turbocharger,
Direct Injection
1TR-FE, VVT-i,
Injeksi Multipoint
Jumlah silinder
4, segaris
4 silinder, segaris
Jumlah & mekanisme katup
DOHC, 16 katup
DOHC, 16 katup
Sistem pasokan bahan bakar
Common Rail
Sistem injeksi
Kapasitas cc
2.492
1.998

Diameter x langkah mm

92,0 x 93,8
86,0 x 86,0
Perbandingan kompresi
18,5 : 1
9,8 : 1
Tenaga maks. [EEC] kW@rpm
75@3.600
100@5.600
Torsi maks. [EEC] Nm@rp
Transmisi manual
otomatik
200@1.400~3.200
260@ 1.600~2.400
182@4.000
* Kompas

Awas! Jangan Abaikan Kala Lampu Peringatan Menyala Pada Kijang Innova

Awas! Jangan Abaikan Kala Lampu Peringatan Menyala Pada Kijang Innova

Awas! Jangan Abaikan Kala Lampu Peringatan Menyala Pada Kijang InnovaSaat mengendarai Innova, sesekali layangkan pandangan (untuk sekian detik saja) ke bagian indikator di belakang setir untuk memastikan tidak ada instrumen pengingat yang menyala. Boleh jadi, pemilik kendaraan jenis MPV Toyota ini tak ada yang paham berapa jumlah lampu indikator (pengingat) yang terintegrasi di lokasi meter kombinasi.

Sebagai informasi saja, lampu pengingat itu sebanyak 14 buah. Rincian dan lokasinya, 10 lampu berkelompok di bagian bawah takometer (penunjuk putaran mesin di sebelah kiri) dan 4 lampu (terpencar) di sisi kanan bersama dengan penunjuk bahan bakar dan temperatur mesin.

"Namun dari semua itu, ada tiga (lampu) yang harus diawasi betul. Yakni, lampu peringatan oli, sistem pengisian, dan cek mesin," pesan Novy Ferryanto, Kepala Mekanik PT Tunas Toyota Bintaro (Tanah Kusir). Bila didiamkan, mobil bisa tidak jalan alias rusak.

Inilah jajaran lampu peringatan tersebut

1. Lampu peringatan sistem rem Ketika kunci kontak di posisi "ON" dan posisi rem tangan difungsikan (tuas ditarik), lampu akan menyala. Kecuali, saat mesin mau dihidupkan dan rem tangan sudah diturunkan. Kala kunci kontak di "ON" lampu akan menyala beberapa detik.

Ketika mesin sudah menyala dan tuas rem dilepas, ternyata lampu tidak mati, atau, saat berjalan, mendadak lampu menyala. Ini menandakan (untuk mesin bensin), jumlah minyak rem berkurang (rendah) dan sangat berbahaya jika mobil dipaksakan jalan. Jika di mobil diesel, kevakuman rendah. Cepat bawa ke bengkel resmi Toyota.

2. Lampu peringatan sabuk pengaman (seatbelt) Lampu menyala jika pengemudi tidak menyematkan sabuk. Ketika kunci kontak diputar ke "ON", lampu berkedip dan terus berkedip. Baru berhenti jika sabuk sudah dikenakan.

3. Lampu peringatan sabuk pengaman penumpang depan Lampu menyala jika penumpang tidak mengenakan sabuk. Lampu akan berkedip ketika kunci kontak di "ON" dan terus berkedip. Lampu baru berhenti menyala jika sabuk sudah dikenakan.

4. Lampu peringatan sistem pengisian (gambar aki) Lampu menyala ketika kunci kontak diputar ke posisi "ON" dan mati ketika mesin sudah hidup. Jika ternyata, lampu itu masih terus menyala, berarti ada masalah dalam sistem pengisian saat mesin bekerja. Mungkin muncul malafungsi seperti putusnya drive belt mesin. Segera hentikan mobil dan hubungi bengkel resmi Toyota.

5. Lampu peringatan tekanan oli menyala Saat berkendara, lampu berkedip atau tetap menyala, cari tempat yang aman, segera menepi dan cari tempat yang aman. Lampu mungkin sekali-sekali berkedip ketika mesin idling atau mungkin menyala sebentar setelah berhenti lama. Tidak ada penyebab jika kemudian padam saat mesin diakselerasi sedikit.

Lampu menyala jika permukaan oli terlalu rendah dan jangan memaksakan mobil tetap jalan. Sekalipun jaraknya beberapa kilometer saja, memaksakan mobil tetap jalan bisa-bisa menyebabkan kerusakan mesin yang sangat parah. "Ternyata diperiksa jumlah oli masih cukup, berarti bisa pompa oli lemah atau switch rusak. Bisa juga lubang-lubangnya mampat," jelas Novy.

6. Lampu indikator malafungsi (gambar mesin) Nyala lampu menandakan ada masalah dalam sistem kelistrikan. Menurut Novy, lampu menyala karena ada gangguan pada sistem sensor, kabel-kabel, atau dari ECU. "Kalau gangguannya di bagian tersebut, masih ada back-up, tapi bagian lain menjadi terabaikan," bilangnya, seraya menganjurkan untuk segera dibawa ke bengkel.

Jika lampu menyala dan putaran mesin tidak naik saat pedal gas ditekan, kemungkinan ada masalah di sistem kontrol throttle elektronik (mesin bensin) atau sistem kontrol mesin elektronik (mesin diesel). Akan terasa ada getaran dan boleh dibawa jalan (tapi menunju bengkel) dengan kecepatan rendah. Sistem tidak bisa dipulihkan jika mesin dimatikan (kunci kontak diputar ke posisi "ACC" atau "LOCK")

Untuk mesin bensin, jangan sampai salah dalam pengoperasian pedal. Adapun mesin diesel, jika menyala, jangan melaju dengan kecepatan tinggi. Ini ada ketidaknormalan tinggi pada tekanan pendorong dalam turbocharger.

7. Lampu peringatan bensin Lampu ini menyala saat persediaan di tangki mendekati kosong. Bisa menyala lebih awal saat di tanjakan atau turunan lantaran terjadi pergerakan bahan bakar.

8. Lampu peringatan ABS Kondisi normal, saat kunci kontak di "ON", lampu anti-lock brake system menyala dan padam setelah beberapa detik. Sebaliknya, ketika lampu peringatan menyala, ABS tidak bekerja sehingga roda-roda bisa mengunci pada saat pengereman mendadak atau mengerem di permukaan jalan yang licin. Tetapi sistem rem masih bekerja secara biasa. Segera hubungi bengkel Toyota terdekat.

9. Lampu peringatan pintu Lampu ini tetap menyala sampai semua pintu ditutup dengan sempurna. Atau, ada yang ditutup kurang kencang.

10. Lampu peringatan SRS (hanya pada beberapa model) Lampu akan menyala saat kunci kontak di "ON" dan sekitar 6 detik kemudian padam. Ini menandakan sistem airbag bekerja sempurna. Sistem lampu peringatan memonitor rakitan sensor airbag (termasuk airbag depan), inflator, persambungan kabel, dan sumber tenaga.

Jika terjadi kesalahan pada fungsi suatu bagian yang dimonitor, lampu peringatan akan menyala. Jika kunci sudah dikontak dan lampu tidak menyala atau terus menyala setelah 6 detik, atau saat berkendara, lampu mendadak menyala, segera hubungi bengkel resmi Toyota.

11. Lampu peringatan penggantian timing belt (mesin diesel) Lampu ini menyala jika jumlah jarak tempuh sudah mencapai 150.000 km atau 90.000 mil dan harus segera diganti. Bila terus dipaksa jalan bisa membuat timing belt putus dan mesin rusak.

12. Lampu peringatan sistem bahan bakar (diesel) Lampunya ada dua metode; Jika berkedip, itu memperingatkan jumlah air yang terkumpul dalam saringan dalam saringan bahan bakar telah sampai pada tingkat yang ditentukan. Kuras air secepatnya. Jika lampu menyala, itu menandakan ada problem dengan sistem bahan bakar. Bila Anda mengalami kedua hal itu, sebaiknya kendaraan jangan dijalankan, terutama dengan air terkumpul akan merusak pompa bahan bakar.

13. Buzzer pengingat kunci

Bekerja sebagai pengingat untuk melepas kunci ketika membuka pintu pengemudi dengan switch mesin di posisi "ACC" atau "LOCK".

14. Buzzer pengingat lampu

Buzzer akan bunyi jika switch lampu besar masih posisi di "ON" ketika pintu pengemudi dibuka dan kunci kontak telah dilepas.

* Kompas

Mesin Innova Susah Hidup? Ikuti Langkah Ini

Mesin Innova Susah Hidup? Ikuti Langkah Ini

Mesin Innova Susah Hidup? Ikuti Langkah IniBuat pemilik Kijang Innova, ketika hendak menghidupkan mesin, mendapati mesin tidak mau menyala. Padahal, kapasitas bahan bakar di tangki jauh dari mencukupi. Namun, berulang kali kunci kontak sudah diputar, dapur pacu terus hanya berputar.

Apakah prosedur start normal sudah diikuti? Untuk transmisi manual, tekan pedal kopling dan pindahkan transmisi ke posisi netral. Pedal kopling masih terus ditekan, lantas putar kunci kontak ke "Start".

Untuk transmisi otomatis, tempatkan tongkat persneling di posisi P. Alat pengaman starter akan mencegah mesin menyala jika tongkat pemilih ada di luar posisi P atau N.

Jika semua prosedur sudah diikuti dan ternyata mesin masih tak mau hidup (tetapi berputar), jangan dilakukan berulang-ulang lebih dari 30 detik. Pemaksaan ini akan membuat starter dan sistem wiring menjadi panas.

Lebih baik lakukan tindakan ini.

Jika mesin berputar atau berputar pelan (tidak menyala) 1. Periksa terminal baterai dalam keadaan kencang. Pastikan kepala aki dalam keadaan bersih.

2. Jika terminal baterai OK, nyalakan lampu interior.

3. Seandainya lampu tidak menyala, redup pada saat kunci kontak diputar ke "Start", pertanda baterai kosong. Anda bisa mencoba start dengan baterai pancing.

Jika lampu OK dan mesin tetap tidak mau start, perlu penyetelan atau perbaikan.

Jika mesin bisa berputar dengan kecepatan normal, tapi tidak mau hidup.

Untuk mesin bensin Mungkin banjir lantaran start dilakukan berulang-ulang. Jika ini yang terjadi, putar kunci kontak ke "Start" dibarengi tekan penuh pedal gas dan tahan selama 15 detik. Setelah itu, coba start mesin dengan kaki diangkat dari pedal gas.

Jika masih tidak hidup setelah dikontak selama 15 detik, tunggu beberapa menit dan kemudian coba kembali. Tetap tidak bisa hidup, berarti butuh penyetelan.

Saat menstarter usahakan jangan lebih dari 30 detik. Cara ini bisa menyebabkan starter dan wiring system menjadi terlalu panas.

Untuk mesin diesel 1. Jika start mesin yang sebelumnya mati karena kehabisan bahan bakar, Anda mungkin perlu membuang udara dari sistem bahan bakar. Caranya, operasikan pompa priming sampai Anda merasakan adanya tahanan lebih.

2. Jika sistem bahan bakar "OK", namun mesin enggak mau hidup, berarti perlu penyetelan dan bawa ke bengkel resmi.

* i-Corner Kompas

Perdebatan Data Tes Kijang Innova

Perdebatan Data Tes Kijang Innova

Perdebatan Data Tes Kijang InnovaBerawal dari hasil Long Term Test Auto Bild pada Toyota Kijang Innova, beberapa angka pengetesan yang diperoleh pun diperkarakan oleh salah satu konsumen Toyota di Padang, Sumatra Barat. Dari data tes yang dimuat pada Auto Bild edisi 110, tercatat 16,2 km/1 mampu diraih Kijang Innova produksi 2007 untuk konsumsi bbm di rute jalan tol dengan kecepatan rata-rata 60 km/jam. Begitu pula data tes pada rute dalam kota dan luar kota yakni 9,3 km/1 dan 10,4 km/1.

Dari beberapa data tes itulah, salah satu konsumen Toyota di Padang memutuskan untuk memilih Kijang Innova sebagai alat transportasinya sehari-hari. Namun sang konsumen ini merasa konsumsi bbm Innova miliknya tak mencapai salah satu dari angka-angka itu. Rata-rata konsumsi bbm yang diraihnya adalah sekitar 7,37 km/1.

Penyimpangan data ini membuatnya mengajukan perkara ke BPSK (Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen) kota Padang. Hingga akhirnya, Auto Bild diminta PT. Toyota Astra Motor untuk melakukan tes di kota Padang (15/4) lalu. Lantaran tak tersedianya jalan bebas hambatan di kota Padang, sang penuntut hanya ingin membuktikan konsumsi bbm riil pada rute dalam kota, di mana angka 9,3 km/l menjadi acuannya.

Untuk itu, satu unit tes baru dipersiapkan Auto2000 Padang sebagai salah satu syarat pengetesan Auto Bild. Sedangkan sebagai unit pembanding, hasil persidangan memutuskan untuk menggunakan kendaraan milik sang penggugat dengan odometer yang telah mencapai lebih dari 28.000 km.

Namun mobil tersebut perlu mendapat pemeriksaan terhadap sudut-sudut roda di kendaraan, tekanan angin ban, hingga membersihkan kondisi filter udara.

Setelah itu, kedua unit tes tersebut dibawa ke SPBU Pasti Pas untuk melakukan pengisian bahan bakar Premium. Dengan disaksikan saksi-saksi dari majelis persidangan, kedua mobil pun melaju hingga menempuh jarak sejauh 103 km mengelilingi kota Padang.

"Sempitnya kota Padang membuat rute perjalanan sejauh 100 km perlu dibuat dengan rute berputar-putar. Tak heran dalam satu ruas jalan, dapat dilewati hingga lebih dari dua kali. Hal ini penting agar standar dari metode pengetesan Auto Bild dapat dilakukan," ujar Rahmat Rambe, Finance & Adm. Manager Auto2000 Padang.

Hasilnya, cukup mencengangkan. Dengan disaksikan banyak saksi, kedua mobil ini hanya memerlukan Premium sebanyak 8,31 liter untuk unit tes baru dan 8,79 liter untuk unit tes sang penggugat - atau angka konsumsi 12,4 km/l dan 11,8 km/l.

"Dengan tes secara profesional ini, saya dapat menerima hasilnya. Dan saya mendapat pelajaran bahwa cara mengemudi mendapat peran penting untuk memperoleh konsumsi bbm yang irit," tutup sang penggungat dalam persidangan yang berakhir sore harinya.

* AutoBild

Membongkar Rahasia VVT-i Innova

Membongkar Rahasia VVT-i Innova

Membongkar Rahasia VVT-i InnovaVVT-i , atau lengkapnya variable valve timing-intelligent, adalah teknologi untuk membuat katup isap atau masuk bisa bekerja fleksibel atau luwes sesuai dengan putaran mesin. Dengan demikian, selain membuat kerja mesin makin efisien, masalah yang dihadapi pada putaran rendah dan tinggi pada mesin non-VVT-i bisa diatasi.

Katup pada mesin bisa disamakan pintu pada rumah atau gedung. Nah, kalau orang yang akan masuk sedikit, pintu tidak perlu dibuka lama. Tujuannya agar yang masuk benar-benar yang dibutuhkan. Tetapi, bila orang yang akan masuk banyak, pintu harus dibuka lebih cepat atau awal dan ditutup lebih lama. Waktu Katup Saat bekerja pada putaran rendah, mesin memerlukan campuran udara dan bahan bakar yang lebih sedikit. Maklum, tenaga yang harus dihasilkan juga tidak perlu besar. Kendati begitu, gas ditekan lebih dalam, jumlah bahan bakar dan udara yang masuk ke mesin bertambah banyak.

Dengan makin banyak massa udara dan bahan bakar masuk ke dalam mesin dan kemudian dibakar, makin besar tenaga yang dihasilkan. Selanjutnya hal itu dimanfaatkan agar kendaraan melaju pada kecepatan lebih tinggi.

Nah, selama ini, pada mesin non-VVT-i atau konvensional, waktu buka dan tutup katup isap selalu sama, baik saat mesin bekerja pada putaran rendah, maupun tinggi. Kondisi seperti ini tentu saja membuat mesin tidak bisa bekerja optimal dan efisien, baik pada putaran rendah, maupun tinggi.

Bila salah satu diutamakan, misalnya putaran tinggi, seperti mesin balap jadul, pada putaran rendah mesin akan “mbrebet”. Selain itu juga boros konsumsi bahan bakar. Sebaliknya, bila hanya putaran rendah, kerja mesin pada putaran tinggi jadi memble. Solusinya, ya VVT-i!

Dengan adanya VVT-i, saat mesin bekerja pada putaran rendah, waktu buka katup isap tidak perlu lama. Waktu buka katup diperlambat dan tutupnya dipercepat. Toh, bahan bakar yang diperlukan mesin sedikit.

Selanjutnya, bila pedal gas ditekan, hal itu menyebabkan kebutuhan mesin terhadap bahan bakar dan udara makin besar. Katup pun membuka lebih cepat dan waktu menutup diperlambat. Artinya, waktu buka katup lebih lama. Dengan demikian, jumlah udara dan bahan bakar yang masuk ke dalam mesin jadi lebih banyak. Kendali Komputer Untuk bisa membuat katup isap membuka dan menutup sesuai dengan kondisi kerja mesin, pada sistem poros kem katup ditambahkan mekanisme VVT-i. Rangkai komponennya antara lain timing rotor, rumah, dan baling-baling (fan) controler, dan katup spul. Semunya disatukan pada poros kem isap.

Controler VVT-i bergerak memutar atau menggeser posisi poros kem. Hasilnya, posisi poros kem berubah. Hal ini menyebabkan waktu buka katup berubah, jadi cepat atau lambat. Controler VVT-i bekerja atas tekanan oli dari katup spul (spool valve) yang mengalirkan ke baling-baling.

Kerja katup spul ini dikendalikan oleh komputer mesin. Komputer mengatur kerja katup spul (tipe solenoid) berdasarkan berbagai informasi yang diterima dari sensor-sensor mesin lain. Dengan demikian, pengaturan pembukaan katup lebih cepat atau lambat jadi lebih efisien dan efektif.

Sistem yang lebih canggih dari VVT-i adalah VVTL-i (variable valve timing and lift-intelligent). Pada sistem, ini bukan hanya waktu buka dan tutup katup isap yang bisa dikontrol sesuai dengan putaran mesin, juga tinggi angkatnya.

Pada putaran tinggi, katup terangkat lebih tinggi. Sementara itu, pada putaran rendah, katup terangkat lebih rendah dari dudukannya. Dengan demikian, selain efisien, hal itu juga menghasilkan tenaga mesin yang mumpuni, baik pada putaran rendah, maupun tinggi. VVTL-i digunakan Toyota pada Celica.

* Kompas

Innova Tembus 1:12 Dalam Kota

Innova Tembus 1:12, 23 Dalam Kota

Toyota Kijang Innova Tembus 1:12, 23 Dalam KotaKetika Hery Sembodo mampu mengemudikan Kijang Innova dengan konsumsi bahan bakar 1:15 lebih untuk luar kota, Kompas.com menanyakan, berapa konsumi dalam kota? "Rata-rata sekitar 1:10, 1:11 lah," ujar Hery.
Jawaban anggota Innova Community itu bikin penasaran Kompas.com, bisa atau enggak mencapai angka segitu? Peminjaman Innova disampaikan ke PT Toyota Astra Motor (TAM) selaku agen tunggal pemegang merek Toyota di Indonesia. Ternyata, permohonan dikabulkan dan pihak TAM menyediakan satu unit Kijang Innova tipe E 2008 manual yang merupakan varian terendah dibandingkan tipe G dan V. Namun, tampilan eksteriornya ya beda tipis sama dua varian tadi. Yang membedakan, pada Innova tipe E ini tidak ada lampu kabut dan penghapus kaca belakang. Namun, kaca spion sudah dilengkapi lampu sein, meski menekuknya masih menggunakan tangan. Kemudian, pada bumper belakang sudah memakai bumper protection. Kondisi mobil maupun mesin 1TR-FE betul-betul standar. Tak ada komponen yang diganti atau ditambah seperti yang sudah dilakukan Hery. Sudah begitu, jam terbang Innova yang dites ini sudah menempuh jarak lebih 5.000 km. Dua Model Tes Tes yang Kompas.com lakukan tidak keluar kota, tetapi dalam kota dan difokuskan pada pemakaian bahan bakar. Metode pengetesan tanpa menggunakan alat, hanya full to full tangki bensin yang pada Innova ini diisi Premium. Padahal, kompresinya 1:9,8 yang seharusnya memimun Pertamax. Sekalipun Premium, mesin 1TR-FE tidak ngelitik. Hal ini dikarenakan mesin berkapasitas 2.000 cc itu sudah dilengkapi knock sensor. Fungsinya, mengirim data ke komputer agar setelan pengapiannya dimajukan secara otomatis. Selama pengetesan, tak ada trik khusus atau akal-akalan, tetap menggunakan AC, meski posisi tombol di satu dan temperatur seperempat. Tekanan angin keempat roda disesuaikan dengan anjuran pabrikan, yakni 33 psi. Terpenting lagi, memperlakukan kendaraan dengan halus. Mulai dari menekan pedal gas, tak boleh dihentak lantaran sudah dilengkapi teknologi drive-by-wire. Kemudian, tidak memaksakan kerja putaran mesin dan memindahkan gigi transmisi sesuai kebutuhan. Nah, dengan prinsip itu, tes dilakukan dua metode. Pertama, merayap di jalan protokol pada jam sibuk (pergi ke kantor dan pulang kantor). Dengan menempuh jarak total 142,8 km, 40 persen melewati jalan macet...cet...cet.... 30 persen kondisi padat merayap, dan 30 persen lagi melaju dengan kecepatan rata-rata 25 km/jam. Hasilnya, ketika tangki bensin diisi penuh (sampai luber) didapat pemakaian konsumsi 1:8,12 km. Bisa segitu, sekali lagi karena memperlakukan mobil dengan halus. Semisal, setiap kali menggerakkan mobil (dari posisi berhenti), putaran mesin tak lebih dari 1.200 rpm (asal bergerak). Tak perlu melebihi 1.500 rpm bahkan sampai 1.800 rpm yang banyak dilakukan pengemudi karena suara mesin baru terdengar pada putaran segitu. Ketika mobil sudah bergerak (kopling terangkat), pedal gas ditekan perlahan, jangan dihentak. Kemudian, dari persneling satu ke dua, putaran mesin dipatok sampai 1.900 rpm. Itu bisa di atas 2.000 rpm, tetapi kerja mesin sudah berat. Dari gigi dua inilah awal penentuan kecepatan. Karena ingin mendapat pemakaian bahan bakar yang baik, maka kecepatannya normal. Di sini, perpindahan dari gigi dua ke tiga dilakukan saat putaran mesin mencapai 1.900 rpm dan kecepatan menunjukkan 20 km/jam. Lantas, dengan putaran mesin 2.000 rpm, perpindahan kembali dilanjutkan dari tiga keempat, kecepatan terpatok pada angka 40 km/jam. Ini kecepatan awal yang ideal untuk melesat normal di dalam kota. Karena banyak dihadang jalan macet, ketika mobil dalam sedang mengantre (berhenti), usahakan kaki kiri tidak menginjak pedal kopling. Karena bisa saja tanpa sadar terangkat sedikit, sementara kaki kanan menginjak pedal rem sehingga mobil tidak jalan. Namun, tenaga mesin bekerja, bikin bensin boros. Nah, dengan teknik seperti di atas, tes kedua dijalankan di arus lalu lintas yang tidak padat. Stop and go hanya sekitar 15 persen, selebihnya mobil bisa melesat antara 25 km/jam dan 30 km/jam. Innova diajak masuk ke jalan tol dalam kota satu putaran dengan kecepatan tertinggi 90 km/jam saat menyalip dan selebihnya rata-rata 70 km/jam, kemudian masuk ke kota. Semua dilakukan malam hari mulai pukul 20.00. Dari jarak tempuh 112,7 km, kala tangki bensin diisi kembali, tercatat angka 9,215 liter. Berarti, pemakaian bensin 1 liter menempuh jarak 12,23 km. Jika memakai Pertamax mungkin bisa lebih jauh jarak tempuhnya. Juga, bisa turun jika membawa penumpang karena dalam tes ini hanya berdua.
* Kompas

Selasa, 02 Juni 2009

All New Odyssey

All New Odyssey

TOKYO, KAMIS – per 16 Okt 08, Honda Motor Co, Jepang meluncurkan salah satu produk andalannya di segmen MPV yang juga sangat dikenal di Indonesia, yaitu All-New Odyssey. MPV Honda ini modelnya mengalami perubahan total. Ditambahkan, mulai besok (17/10), kendaraan ini dijual untuk konsumen Jepang

Fitur baru Odyssey adalah posturnya yang lebih ceper. Untuk ini Honda menurunkan tinggi lantai All-New Odyssey, termasuk atapnya. Meski begitu, ruang interior MPV ini lebih luas dibandingkan versi sebelumnya. Tinggi total MPV ini sekarang 1.545 mm.

Varian Pada peluncuran ini, diperkenalkan tiga varian All-New Odyssey, yaitu M, L dan Li. Juga ditawarkan dua sistem penggerak, yaitu gerak roda depan dan 4 x 4 (4WD). Nantinya juga akan diluncurkan versi yang lebih mewah, yaitu Absolute dengan penampilan sporty dan mesin yang lebih galak.

Untuk interior, juga ada beberapa varian, antara lain, warna “gold” yang memberi kesain sporty dan dinamik, hitam dengan kesan elegan. Perlengkapan yang disertakan berbeda pada setiap varian

Penampilan All-New Odyssey tampil lebih gaya, tegas, elegan dan sporty dibandingkan pendahulunya berkat, kontour dan sudut-sudut bodi yang bundar. Menurut Honda, konsep baru ini diaplikasikan dengan target mampu membangkitkan perasaan orang untuk melihat, menaikki dan mengemudinya. Lantas tentu saja menikmati mobil sebagai kendaraan keluarga moderen yang nyaman dan aman.

Postur kendaraan ini lebih ramping. Honda menyebutnya lebih sensual dan dinamis. Dari samping, kendaraan ini memang kelihatan seperti siluet cairan dengan satu garis gerakan dari kap depan sampai ke atap belakang (konsep inilah yang digunakan sebagai iklan teaser sebelum MPV ini diluncurkan).

Pengembangan lain yang dilakukan adalah memperbaiki mutu pilar-pilar pintu. Tujuan agar lebih kuat namun dimensi bisa diperkecil. Dengan ini, selain semakin aman, juga memberikan pandangan yang makin luas, baik bagi pengemudi maupun penumpang yang berada di dalamnya.

http://www.speaking-up.com/blog/wp-content/all-new-jdm-honda-odyssey-3.jpg

Teknologi Baru MPV Honda ini dilengkapi teknologi pengaman baru, yaitu sistem kamera dari berbagai sudut. Untuk versi khusus, juga ada tambahan jok depan yang dapat disetel (naik-turun atau diputar) hanya dengan menekan tombol. Versi terakhir ini akan dipasarkan di Jepang 13 November 2008.

All-New Odyssey ini merupakan generasi keempat dari Odyssey yang mulai diperkenalkan pada 1994. Versi terbaru ini lebih mengedepan hubungan antara manusia dan mesin. Honda berharap, kendaraan ini bisa memberikan kebebasan kepada seluruh penumpangnya dan menciptakan suasana mobilitas yang berbeda.

Harapan konsumen yang ditawarkan Honda pada produk baru ini adalah konsumsi bahan bakar yang lebih irit dan lingkungan emisi makin rendah. Untuk itu, Honda memasang mesin 2,4 liter, DOHC, i-VTEC plus transmisi CVT yang bekerja torque converter (kombinasi otomatik konvensional dan CVT). Dijelaskan, selain target bahan bakar dan emisi bisa dicapai, performa kendaraan juga makin mantap dan memuaskan.

Berdasarkan hasil tes untuk versi standar, konsumsi bahan bakar 13,2 km/liter. Untuk itu, semua fitur kontrol menggunakan DBW atau “drive by wire”. Juga ada tambahan mode ECON untuk menghasilkan konsumsi bahan bakar yang lebih irit, yaitu kombinasi pengontrolan CVT dan AC untuk mengurangi beban mesin.sumber : kompas