Sabtu, 08 Agustus 2009

Detail Proton EXORA

Detail Proton EXORA
(istimewa)

INILAH.COM, Kuala Lumpur - Proton Edar akhirnya membocorkan spesifikasi teknis Proton Exora dengan memperlihatkan konfigurasi tempat duduk.

Jika dilihat pada gambar, Proton Exora memiliki konfigurasi tempat duduk tipikal tiga baris, yaitu 2-3-2 dan Proton mengklaim konfigurasi ini mampu memuat tujuh orang dewasa.

Dari setiap jok yang mamiliki headrest dan dibalut dengan kulit, Proton juga mengatakan bahwa setiap baris memiliki sistem pendingin ruangan yang terpisah.

Dari detil yang diperlihatkan pada acara Proton Technology Week, terungkap bahwa pendingin udara di baris kedua dan ketiga ada di bagian atas (ceiling) Proton Exora MPV.

Pada baris kedua dan ketiga juga terlihat jok penumpang bisa disetel untuk 6 konfigurasi fleksibel dan armrest di baris kedua bisa dilipat.

Di Proton Exora terdapat 10 cupholders atau tempat menyimpan gelas/botol sehingga sangat membantu jika melakukan perjalanan jauh atau piknik.

Di lingkar kemudi terdapat fitur audio control, tapi Proton belum memberikan detil apakah phone button (tombol telepon) juga akan terpasang.

Proton Exora dilengkapi dengan overhead LCD player untuk memutar VCD dan DVD, dan juga bisa menggunakan perangkat keras lainnya seperti USB dan memory card (SD dan MMC) untuk menikmati hiburan selama perjalanan. Sepertinya fitur ini hanya akan ada pada varian teratas (high spec model).

Untuk harga yang dipasarkan di negeri jiran, Proton Exora akan dilepas mulai 72.000 ringgit atau sekitar Rp 215 juta untuk M-Line model dengan transmisi automatic dan 76.000 ringgit atau sekitar Rp 230 jutaan untuk H-Line model dengan transmisi automatic.

Sementara itu, untuk model paling rendah dan bertranmisi manual belum diungkapkan oleh Proton dan yang pasti akan dibandrol di bawah 72.000 ringgit atau di bawah Rp 215 juta. [tra]

Jumat, 07 Agustus 2009

Kijang Innova Laris Karena Punya Faktor i

Kijang Innova Laris Karena Punya Faktor i
Augusta B Sirait
(Istimewa)

INILAH.COM, Jakarta - Kijang Innova masih menjadi kendaraan idaman keluarga Indonesia. Buktinya sepanjang tahun 2009 (Jan-Mei), Kijang Innova tetap menguasai kelas MPV medium dengan pangsa pasar sebesar 80% (12.432 unit).

Kijang Innova tetap menjadi pilihan utama bagi keluarga Indonesia karena memiliki faktor ‘I’ atau faktor Indonesia, dimana Kijang Innova dibuat berdasarkan keinginan dan kebutuhan keluarga di Indonesia.

“Faktor 'i' pada Kijang Innova memang menjadikannya kendaraan idaman keluarga Indonesia. Hal ini dibuktikan dengan semakin meningkatnya angka penjualan Kijang Innova setiap tahunnya,” ujar Presiden Direktur PT Toyota-Astra Motor (TAM) Johnny Darmawan dalam siaran persnya, Kamis (18/6) di Jakarta.

Sejak tahun 2006, penjualan ritel Kijang Innova di Indonesia terus mengalami peningkatan tiap tahunnya. Di tahun 2006 penjualan ritel Kijang Innova sebanyak 40.451 unit, kemudian di tahun 2007 meningkat menjadi 41.063 unit dan di tahun 2008 meningkat kembali menjadi 50.614 unit. Sedangkan di tahun 2009, hingga bulan Mei Kijang Innova tetap memimpin dengan pangsa pasar 80% di kelas MPV medium.

Faktor "i" atau faktor "Indonesia" yang ada di dalam Kijang Innova merupakan ciri khusus yang tidak dimiliki oleh kendaraan manapun di Indonesia, karena semua keinginan dan kebutuhan akan mobil keluarga yang ideal bagi keluarga Indonesia ada di dalam Kijang Innova. Kapasitas yang banyak hingga 8 penumpang, ground clearance yang tinggi, kenyamanan, lapang, performance yang tangguh, kemewahan dan semua keinginan keluarga Indonesia terwujud di Kijang Innova.

“Kijang Innova berakar dari Indonesia, mobil ini merupakan gambaran keluarga Indonesia. Orang Indonesia menginginkan mobil yang lapang dan dapat memuat orang banyak. Oleh karena itu lahirlah Kijang Innova yang dapat mengakomodasi keinginan dan kebutuhan seluruh keluarga di seluruh Indonesia,” ujar Johnny Darmawan.

Kijang Innova hadir dalam varian bensin dan Diesel untuk tipe V, G, dan E, serta captain seat untuk varian bensin tipe V dan G. Pilihan warna yang ditawarkan antara lain Super White, Silver Metallic, Grey Mica Metallic, Black Mica, serta pilihan warna baru yaitu Grayish Brown Metallic, Light Blue Metallic, dan Blue Metallic. [O1]

Exora dan Avanza, Pilih yang Mana?

Exora dan Avanza, Pilih yang Mana?
Tom Mosley
(Istimewa)

INILAH.COM, Jakarta - Berita mengenai kedatangan MPV Proton Exora dari Malaysia yang menurut rencana akan diluncurkan pada 15 Juli mendatang, ditanggapi dengan beragam komentar. Tak hanya dari masyarakat tapi juga dari para Agen Tunggal Pemegang Merek (ATPM).

Salah satunya, Toyota Astra Motor (TAM). Menurut TAM, rencana kedatangan MPV anyar Proton Exora di Tanah Air awal semester kedua tahun ini tidak akan mengganggu pasar Toyota Avanza.

“Biar konsumen yang menentukan. Sebab, mobil tersebut di Malaysia sekitar 80.000 ringgit atau Rp 200 jutaan, itu juga karena mobil nasional dan diproduksi di sana. Kalau masuk ke Indonesia pasti harga jualnya tidak sama karena dikenakan pajak dan lain-lain,” ujar Communication Department Manager PT TAM Achmad Rizal di Jakarta, kemarin.

Rizal menambahkan Avanza masih menjadi salah satu backbone (tulang punggung) penjualan TAM sampai saat ini, sehingga kemungkinan Exora akan menggoyang pangsa pasar Avanza sangat kecil. Apalagi, Kijang Innova.

Toyota Avanza sepanjang 2008, menurut data Gabungan Industri Kendaran Bermotor Indonesia (Gaikindo), menjadi mobil paling laris dan tak tergoyahkan selama tiga tahun berturut-turut, 2006, 2007 dan 2008. Penjualan ini mengalahkan rival-rival terdekatnya, seperti Livina, Xenia bahkan Kijang Innova.

Pada semester I 2009, Toyota Avanza berkontribusi dengan penjualan terbanyak, yaitu 46.811 unit dan kemudian disusul Kijang Innova sebesar 14.543 unit.

Sementara itu, Proton yang baru diluncurkan Rabu (15/4) di Kuala Lumpur, Malaysia, yakin bahwa Exora dengan kapasitas mesin 1.6 liter akan disambut hangat oleh pasar karena dibanderol dengan harga kompetitif di bawah 76.000 ringgit atau US$ 21.000.

Di Malaysia, Exora memang termasuk fenomenal. Sebelum dilaunching saja, jumlah daftar inden sudah lebih dari 2.000 unit sementara Proton menargetkan mampu menjual sekitar 2.500 unit per bulan. Beberapa fitur yang ditawarkan antara lain dual airbag, auto cruise, leather seat, DVD player, sistem navigasi dan konektivitas Bluetooth.

Lalu, bagaimana pasar MPV dari negeri Jiran ini di Indonesia? Melihat data yang dikeluarkan Gaikindo sepanjang 2009 ini, kemungkinan agak sulit bagi Proton Edar Indonesia untuk menyaingi pasar MPV yang sudah dijejali dengan produk-produk Jepang dan Korea. Tapi, kita liat saja bagaimana perkembangannya karena pasar otomotif Indonesia itu memang unik, setiap kali ada produk baru selalu diserbu. Hanya yang perlu diingat, kebiasaan orang Indonesia selalu berpikir, nilai jual kembalinya berapa ya?

Avanza dan Innova Terlaris di IIMS

Avanza dan Innova Terlaris di IIMS
(inilah.com/ Bayu Ananto)

INILAH.COM, Jakarta - Status mobil keluarga yang melekat pada Avanza membuat MPV tujuh penumpang tersebut laris bak kacang goreng. Bahkan hingga mencapai usianya yang kelima tahun ini penjualannya tak pernah surut.

Bersama Kijang Innova di ajang 17 th Indonesia International Motor Show (IIMS) 2009, kedua produk Toyota Astra Motor (TAM) ini menjadi mobil terlaris.

Hingga 10 hari pelaksanaan IIMS Toyota mencatat prestasi penjualan hingga 2.151 unit, dengan Toyota Avanza dan Kijang Innova memimpin angka penjualan terbesar. "Di tengah kondisi krisis global ssat ini, kami bersyukur mampu mencatat prestasi penjualan ini. Kami akan terus memberikan produk-produk terbaik serta layanan menyeluruh. Terimakasih kepada para pelanggan setia Toyota," ujar Presdir TAM Johnny Darmawan dalam keterangan persnya di Jakarta, kemarin.

Kemampuan menerjemahkan tema ‘Auto-life with Peace of Mind’ sebagai komitmen Toyota dalam memberikan seluruh produk terbaik dan layanan menyeluruh berhasil meningkatkan kepercayaan para pelanggan.

Hal tersebut tergambar dengan jelas dari kehadiran pengunjung di booth Toyota selama 10 hari penyelenggaraan Indonesia International Motor Show (IIMS) 2009. Keselarasan antara booth dengan tema menjadi daya tarik yang kuat bagi pengunjung untuk merasakan nuansa pengalaman kepemilikan Toyota.

"Animo pengunjung terhadap booth Toyota selama IIMS 2009 memberikan harapan bagi bergairahnya kembali industri otomotif tanah air seiring dengan pertumbuhan ekonomi Indonesia," jelas Johnny Darmawan optimis.

Di IIMS 2009, TAM meluncurkan Toyota Prius, generasi ketiga sebagai pionir mobil ramah lingkungan. Kehadiran generasi teranyar Toyota Prius ini langsung menyedot perhatian pengunjung untuk mengamati lebih dekat serta mengetahui lebih jauh performa mobil dengan teknologi motor listrik dan engine ini.

Popularitas Prius makin terbukti dengan mampu meraih beberapa penghargaan, seperti Best Car Visitor Choice IIMS 2009 serta penghargaan Car of The Year untuk Toyota Prius dari Forum Wartawan Otomotif (FORWOT). Sementara itu deretan produk-produk Toyota yang hadir di IIMS 2009 tetap diminati oleh para pengunjung ketika mereka berada di booth Toyota.

Dengan terus mengedepankan produk terbaik dan layanan menyeluruh, Toyota pun mendapatkan berbagai penghargaan dalam ajang IIMS 2009 ini. Sejumlah kategori dari penghargaan itu diantaranya penghargaan dari majalah Motor, Motor Drive Award 2009 untuk Vios, Corolla Altis, Camry, dan Yaris. Tidak kalah penting, Toyota juga berhasil meraih berbagai penghargaan bergengsi IIMS, Diah Ayu Arystya sebagai juara I Miss Motorshow 2009, Gritta Sienni Pangalila sebagai runner up II, serta Dara Utami sebagai Miss Otomotif 2009.

Pada IIMS 2009 ini Toyota Team Indonesia (TTI) juga mengukir prestasi membanggakan di ajang Achilles Drift Battle, Alinka (Juara I) dan Anggana (Juara II) berhasil meraih posisi teratas dengan Toyota Yaris.

Untuk mempermudah media dalam mendapatkan informasi, setiap hari Toyota menggelar media discussion dengan topik dan narasumber yang beragam. Diantaranya adalah mengenai Toyota Hybrid for Student, Toyota Hybrid for Kids, Toyota Bercerita, Alphard 2,4L, Toyota dan lingkungan, Kijang Innova Luxury, Hilux G D-Cab, Fortuner TRD Sportivo, Telematics, dan sebagainya.

Di IIMS 2009, Toyota menggelar kembali ajang penghargaan sebagai komitmen untuk mendorong penyaluran kreatifitas dan inovasi kaum muda dalam berkarya, Toyota Design Competition (TDC) 2009 dengan tema "Yaris in Your Imagination". Sampai jumpa di IIMS 2010. [O1]

Honda Freed Laku Keras Di IIMS 2009

Honda Freed Laku Keras Di IIMS 2009
Augusta B Sirait
(inilah.com/ Wirasatria)

INILAH.COM, Jakarta – PT Honda Prospect Motor (HPM) mencatat penjualan sebesar 1.180 unit kendaraan di ajang 17th Indonesia International Motorshow (IIMS) 2009, yang berlangsung dari tanggal 24 Juli – 2 Agustus 2009 lalu, dengan nilai transaksi sebesar Rp 334 milyar.

Sebanyak 46% atau 543 unit dari jumlah tersebut merupakan kontribusi dari produk terbaru Honda, yaitu Honda Freed.

“Kami bersyukur bahwa Honda dapat meraih penjualan yang sangat baik dalam ajang IIMS tahun ini. Hal ini menjadi sinyal yang positif baik untuk Honda sendiri maupun untuk pasar otomotif di Indonesia secara umum, dimana minat beli konsumen terhadap produk-produk otomotif semakin kuat,” ujar Marketing & After Sales Service Director PT HPM Jonfis Fandy dalam siaran pers yang diterima INILAH.COM hari Selasa (4/8).

Jonfis juga menambahkan bahwa seperti pada tahun-tahun sebelumnya, Honda akan menyisihkan keuntungan dari hasil penjualan di IIMS untuk program penanaman 1.000 pohon “Hijau Jakartaku”.

“Kami berterima kasih kepada semua konsumen yang telah berkontribusi melalui pembelian mobil Honda di IIMS 2009, sehingga program penghijauan kami yang telah memasuki tahun kelima ini dapat kembali terlaksana,” ujarnya

Selain meraih prestasi di bidang penjualan, Honda juga menerima beberapa penghargaan bergengsi selama berlangsungnya IIMS 2009. Untuk program-program lingkungannya, Honda menerima penghargaan “CSR Terbaik 2009” dari Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO) yang diserahkan oleh oleh Menteri Keuangan sekaligus Pelaksana Jabatan Menko Perekonomian Sri Mulyani, serta disaksikan oleh Menteri Perindustrian Fahmi Idris, pada konferensi pers pembukaan 17th Indonesia International Motor Show, di Jakarta, 27 Juli 2009.

Selain itu, Honda Freed juga dianugerahi penghargaan modifikasi terbaik oleh majalah MOTOR untuk 3 kategori yaitu Best Interior, Best Single Tuner, dan Best Newcomer. Penghargaan Best Interior diberikan untuk salah satu display Honda Freed pada IIMS 2009 yang dimodifikasi oleh salah satu rumah modifikasi lokal. Best Single Tuner diberikan kepada display Honda Freed yang menggunakan aksesoris original Mugen, sementara Best Newcomer diberikan kepada Honda Freed secara keseluruhan.

Kesuksesan Honda di perhelatan IIMS 2009 semakin lengkap dengan keberhasilan tiga orang Honda Beauty dalam ajang pemilihan Miss Motor Show 2008. Tahun ini, Honda meraih gelar 1st Runner Up melalui Honda Beauty bernama Lea Natalia, gelar Miss Favorite yang diraih oleh Astari, dan gelar Miss Photogenic yang diraih oleh Chenny. [O1]

Toyota Avanza Mobil Ajaib

Toyota Avanza Mobil Ajaib

Fenomena Toyota Avanza seakan tak pernah berhenti. Angka penjualannya yang mencapai 85.535 unit pada 2008 lalu, menunjukkan bahwa MPV andalan PT Toyota Astra Motor (TAM) ini memang menjadi idola. Keajaiban Toyota Avanza kembali berlanjut sebagai mobil dengan resale value terbaik di antara mobil-mobil yang lain. Hal ini dibuktikan dari pengalaman Bimo Nugroho yang memiliki Avanza sejak 2005 lalu. Selama memakai Avanza hingga menjualnya kembali, dia mengaku beruntung dan tak mengira mobil pertamanya itu dapat menjadi investasi yang sangat berharga. Mobil yang waktu itu dibeli seharga Rp 110 juta dirawatnya sesuai dengan buku petunjuk pedoman pemilik kendaraan. “Selama pemakaian empat tahun saya rutin servis berkala ke bengkel resmi Toyota hingga sekarang sudah menempuh jarak 100.000 km lebih. Berhubung masa garansinya sudah habis, maka saya berniat menukarnya dengan mobil baru,” kata Bimo yang berkantor di kawasan Jakarta Utara. Avanza yang sering menjadi teman perjalanan dari rumahnya di Cibubur, akhirnya ditawar oleh saudaranya yang tinggal di Trenggalek, Jawa Timur. Avanza yang telah menemani Bimo selama empat tahun itu, ditawarkan seharga Rp 110 juta kepada saudaranya. Uniknya tanpa ditawar lagi, saudaranya setuju dengan harga tersebut. Rupanya harga Toyota Avanza 2004 di Jatim berkisar Rp 116 juta, sehingga bisa lebih tinggi lagi untuk buatan tahun 2005. Tanpa menunggu waktu lama, datanglah driver suruhan dari Trenggalek untuk mengambil Avanza di Cibubur. Keajaiban Avanza kembali terulang saat mobil tersebut menempuh perjalanan jauh dari Jakarta menuju Trenggalek. Dari catatan driver selama perjalanan, tercatat konsumsi BBM-nya sangat irit. Rata-rata perliternya bisa mencapai jarak 17,8 km. Mengetahui mobil Avanza yang dibawanya sangat irit BBM dan terawat dengan baik, driver itu kemudian menawarnya Rp 120 juta. Dengan fenomena ini, tercatat tiga orang telah diuntungkan oleh Toyota Avanza. Pertama, pemilik kendaraan Si Bimo yang telah memakai Avanza selama empat tahun. Harga mobil yang waktu dibeli dan dijualnya kembali tidak turun, bahkan naik beberapa juta Rupiah. “Nggak rugi beli Avanza, sudah pakai empat tahun harganya malah bisa naik. Untung…yach,” kata Bimo sambil tersenyum. Orang yang beruntung selanjutnya adalah saudaranya Bimo yang tinggal di Trenggalek. Mobil yang baru dibeli Rp 110 juta telah ditawar Rp 120 juta dalam waktu beberapa jam oleh driver suruhannya. Dan orang yang beruntung selanjutnya adalah driver bersangkutan. Dia merasakan sendiri kehandalan dan kelebihan Avanza selama menempuh perjalanan jauh dari Jakarta menuju Trenggalek, hingga memutuskan untuk menawarnya. Dari fenomena keajaiban Toyota Avanza ini membuktikan bahwa MPV dari PT Toyota Astra Motor ini memang layak menjadi mobil pilihan dengan investasi terbaik. Asalkan para pemilik mobil Toyota selalu rajin merawatnya di bengkel-bengkel resmi Toyota, maka dijamin sangatlah menguntungkan memiliki mobil-mobil Toyota. Sumber : Toyota Indonesia

Pertarungan People Carrier

Pertarungan People Carrier

Suzuki dan Toyota bersaing ketat di celah transporter keluarga. Kini saatnya Daihatsu ikut bermain di kelas ini dengan konsep berbeda. Terakhir, Suzuki mengubah wajah APV Arena untuk menarik konsumen. Siapakah yang akan menjadi penguasa di kelas ini? PERKEMBANGAN kendaraan keluarga di Tanah Air begitu fenomenal. Pasar di kelas ini terus tumbuh seiring perkembangan zaman. Konsep untuk mengakomodasi penumpang maupun barang dengan harga kompetitif menjadi kekuatan di kelas ini. Seiring perkembangan zaman, kebutuhan konsumen di kelas ini pun kian meningkat. Daya angkut yang besar dan harga yang terjangkau saja belum cukup. Ramuan barupun harus segera diracik untuk memenuhi kebutuhan ini. Hasilnya, peningkatan dalam hal kenyamanan dan perangkat keamanan dan keselamatan kini diimplementasikan. Daihatsu Luxio sebagai pendatang baru di kelas ini datang dengan menawarkan sebuah konsep baru. Kenyamanan dan keamanan sebuah People Carrier bermesin 'kolong'. Sebenarnya tidak berbeda yang ditawarkan rivalnya Suzuki APV yang hadir dengan varian Luxury. Sementara saudara jauhnya, Avanza S yang menggunakan mesin serupa dengan Luxio hanya bermodalkan facelift yang dilakukan tahun lalu. Karena lebih berorientasi sebagai mobil keluarga terjangkau, semua People Carrier ini sudah menggunakan sistem suspensi yang memanjakan penum-pangnya, ketimbang kekuatan mengangkut barang. Langkah yang telah diambil oleh Suzuki APV Arena tahun lalu dengan menganti per daun di belakang dengan per keong. Begitu pula dengan Luxio yang langsung hadir menawarkan kenyamanan juga kemewahan di kisa-ran harga yang masih terjangkau di masa krisis saat ini. Sementara Toyota Avanza pada varian termewahnya juga sudah terlebih dahulu menawarkan suspensi yang nyaman dipadu dengan rem ber-ABS yang meningkatkan keamanan mobil ini. Hal yang menarik, di sini bahwa kubu Toyota dan Daihatsu sama-sama melengkapi varian teratas dengan dengan rem antiblokir untuk meningkatkan keselamatan kendaraan ini. Sementara APV hanya mengandalkan peningkatan penampilan semata untuk menarik konsumen. DAIHATSU LUXIO X TEPAT bila dikatakan Daihatsu melansir People Carrier saat krisis ini. Dimana harga mobil melambung tinggi dan tak sedikit konsumen melakukan downshift untuk memilih kendaraan. Luxio pun hadir memenuhi tuntutan pasar terhadap mobil keluarga yang nyaman. Berbekal platform Daihatsu i Gran Max, Luxio mendapat beragam sentuhan dan konsep berbeda. Bila Gran Max mengedepankan sisi bisnis sebagai kendaraan niaga, Luxio memang diracik sebagai kendaraan keluarga. Tak heran bila paket suspensi yang diberikan, begitu berbeda dengan Gran Max. Tingkat kekerasan sokbreker dan per serta menambahan batang stabilizer di roda depan dan pelek alloy 15 inci, membuat suspensi Luxio dapat diandalkan. Pengendalian pun cukup baik untuk sebuah People Carrier. Plus, tingkat kekerasan busa jok yang dibuat lebih tebal untuk memperoleh kenyamanan berkendara. Penampilan eksterior pun begitu segar ketimbang rival-rivalnya. Headlamp pipih dengan dual cluster di dalamnya, serta lis krom pada gril membuat penampilan Luxio terkesan mewah. Pun begitu di buritan. Dimana rearlamp dibuat besar sehingga kami mengingatkan pada Toyota Alphard. Pintu geser menjadi kelebihan lain Luxio ketimbang APV maupun Avanza. Alhasil, akses penumpang pun menjadi lebih baik dan praktis. Apalagi bangku baris kedua dapat diatur maju mundur untuk membuat ruang kaki menjadi lebih fleksibel. Kian mengasyikkan karena bangku penumpang di baris ketiga dapat diatur ketegakannya dan seluruh penumpang Luxio disediakan seatbelt serta armrest. AC double blower pun tersedia untuk menjamin kesegaran seluruh penumpang pada Luxio. Penerapan tuas transmisi di dasbor kian memberi kelapangan pada interior. Apalagi posisi mesin Luxio yang berada di kolong seperti rivalnya, Suzuki APV. Namun Luxio memiliki kelebihan terhadap teknologi mesin yang diusung. Dapur pacu mi-lik Toyota Avanza S 1.5, disematkan pada Luxio ini. Posisinya yang miring membuat tenaga sebesar 109 dk pada Avanza terpangkas menjadi 97 dk. Dampaknya, jelas respons mesin tak sebaik Avanza. Akselerasi 0-100 km/jam, Luxio bertransmisi otomatis ini hanya mampu mencatat angka 18,2 detik atau berselisih hingga 4,1 detik dari Avanza S. Tapi untuk konsumsi bbm, Luxio hanya berselisih sedikit dengan Avanza S yang memiliki bodi lebih aerodinamis dan per-bandingan gigi lebih baik. Tercatat, angka 14,4 km/1 untuk rute tol dan 9,6 km/1 untuk rute kombinasi. Beragam pilihan trim pun tersedia pada People Carrier ini. Perta-nyannya, mampukah Luxio mengambil tahta terhormat di kelas ini? SUZUKI APV LUXURY SIAPA mengira bahwa Suzuki hadir dengan versi yang lebih elegan dan sporty? Penampilan Luxury cukup menyegarkan, walau tidak semua orang dapat langsung mencerna keindahannya. Bermodalkan body kit, varian SGX dapat dengan mudah ditingkatkan menjadi Luxury. Perubahan mendasar terjadi pada gril depan, bumper depan maupun belakang, panel bodi samping berikut side skirt, spoiler belakang, pembung-kus muffer serta sensor parkir. Konsep mobil keluarga Tanah Air tetap melekat pada APV Arena. Muat penumpang banyak. Sayang dengan peningkatan penampilan ini harga tidak menjadi kompetitif lagi. Pilihan warna pun terbatas pada putih mutiara. Sektor interior tidak ada yang berbeda dengan varian SGX. Sistem audio dengan head unit berukuran dounle DIN mampu memainkan media CD audio, MP3 maupun WMA. Sementara speaker depan ditanam pada dasbor sedikit menghadap ke depan sehingga mengganggu kualitas suara yang dihasilkan. Konfigurasi tempat duduk 2-2-3 dengan captain seat di baris kedua, memberikan kesan tersendiri dan membuatnya kian eksklusif. Hal ini berdampak langsung kepada daya angkut penumpang yang hanya mampu mengakomodasi 7 orang saja. Sementara rivalnya, Luxio, mampu menampung 8 awak sekaligus. Saat kursi baris ketiga dilipat, kapasitas bagasi belakang bisa menampung hingga 714 liter. Pada sektor kaki-kaki, terutama suspensi bagian belakang hanya menggunakan konstruksi 3-link rigid axle dengan coil spring. Padahal rivalnya Daihatsu Luxio telah mengadopsi sistem 5-link. Sementara Avanza tetap stabil dan nyaman hanya dengan 4-link. Untuk itu APV harus meng-akui performa sistem suspensi Luxio yang lebih baik darinya. Urusan mesin, Suzuki masih mengandalkan mesin berkode G15A berkapasitas 1.493 cc. Mesin ini mampu memberikan 105 dk pada putaran 6.000 rpm. Catalan akselerasi 0-100 km/jam diselesaikan dalam tempo 17 detik pada varian manual yang kami uji. Namun terpaut 3 detik lebih lam-bat dari Avanza dan 1,21 detik lebih cepat dari pendatang baru, dimana keduanya mengadopsi transmisi otomatis. Sayangnya, APV Arena hanya mampu membukukan angka 13,6 km/ 1 untuk rute tol dalam kota. Ini berar-ti lebih boros 0,51 km/1 dari Avanza dan pada poin kehematan bbm di tol. Namun pada rute kombinasi, Suzuki mesti mengakui keunggulan Avanza 0,3 km/liter dan 0,8 km/liter dengan Luxio. Sementara untuk rute dalam kota, APV masih mampu mengung-guli Luxio 0,5 km/liter dengan 10,1 km/liter. Namun tetap harus tunduk dari Avanza 0,3 km/liter. Bayangkan, dari 9 warna APV Arena yang tersedia, hanya satu warna yang bisa dipilih untuk varian Luxury ini yaitu putih mutiara. Padahal dari 4 varian yang dihadirkan, varian yang kami uji merupakan varian termurah dengan harga yang telah melampaui kedua rivalnya dengan transmisi otomatis. Mampulah APV Luxury bertahan melawan gempuran para rivalnya? TOYOTA AVANZA 1.5 S SIAPA yang tidak mengenal Avanza? Bahkan anak kecil pun sudah mudah mengenal Avanza, setidaknya bentuknya sudah sangat familier. Dengan minor change yang dilakukan Toyota, Avanza semakin atraktif dan tentu tidak menutup kemungkinan peminatnya semakin bertambah. Pertanyaan yang selalu timbul adalah, untuk apa facelift atau juga disebut dengan minor change? Umumnya memang masalah estetika, sama dengan dunia kecantikan, untuk memperindah. Itulah yang bisa terlihat dari New Toyota Avanza S Minor Change ini. Dilihat dari de-pan, bahkan dari kejauhan pun bisa terlihat apakah Avanza yang melintas di depan yang baru atau yang lama, yakni foglamp yang dihiasi dengan ring krom. Dilihat dari buritan, lis krom membentang di bawah kaca belakang. Tepatnya terdapat 13 pembaruan pada new Avanza ini. Tidak ketinggalan pula lampu sein pada spion sekarang berbentuk segitiga lancip. Pun dengan lubang udara pada bumper yang dilapisi honeycomb. Pada interior, perubahan yang jelas terlihat pada lingkar kemudi yang berubah menjadi 4-spoke menjadikan interior lebih mewah. Kemewahan itu berlanjut pada tuas transmisi yang menggunakan gate type, untuk alasan keamanan agar tidak mudah berpindah posisi. Panel instrumen pun mengalami pembaharuan agar lebih mudah terbaca. Sementara dari dapur pacu tidak mengalami perubahan, masih mengandalkan mesin yang lama. Dengan kapasitas 1.495 cc, Avanza mampu menghasilkan tenaga maksimum 109 dk dan memerlukan waktu 14,1 detik untuk mencapai 100 km/jam dari keadaan diam. Power to weight ratio Avanza terbilang baik, meski masih terdapat gejala selip pada transmisi otomatis. Hal ini berpengaruh pada konsumsi bbm, dan masih tergolong irit di kelasnya. Pada saat jalan, Avanza terbilang stabil, antara lain penggunaan pelek alloy 15 inci dan sumbu roda yang lebar. Dibandingkan dengan rivalnya pada tes ini, Avanza lebih rendah, 1.690 mm dibandingkan dengan Luxio (1.915 mm) dan Luxury (1.855), sehingga gejala limbung minim terjadi terutama pengendaraan di jalan tol. Mampukah Avanza yang sudah hadir di Indonesia sejak 2004 berjaya dibandingkan dengan rivalnya yang terlihat lebih segar? Pertarungan kunci: Mobil keluarga sejati? KAPASITAS, kenyamanan, keamanan, kepraktisan dan efisiensi. Kelima faktor inilah yang menjadi kunci utama dalam memilih mobil keluarga. Suasana guyub yang menjadi tradisi masyarakat Indonesia membuat konsumen mobil keluarga memasukkan kapasitas sebagai salah satu pertimbangan utama. Selain kelima hal di atas, harga yang terjangkau juga menjadi daya tarik kendaraan di kelas ini. Apalagi saat ini People Carrier kelas ini juga sudah memiliki tingkat kepraktisan yang baik, selain faktor keamanan kendaraan yang ditingkatkan dan efisiensi lebihbaik. Luxio hadir dengan 5 faktor di atas dengan nyaris sempurna. Antara lain pintu geser yang meningkatkan kepraktisan, interior yang lapang dan indah, ditambah performa yang cukup baik namun tetap efisien. Tak lupa sistem rem yang sudah dilengkapi ABS guna meningkatkan faktor keselamatan. Walau masih mengadopsi dapur pacu konven-sional, APV Luxury tetap menawarkan kelegaan kabin yang mampu mengangkut 7 orang. Aplikasi kursi individual captain seat walau mengurangi kapasitas penumpang, namun mampu memberikan kesan mewah di dalam kabin People Carrier Suzuki Sementara Avanza menjadi pilihan bagi mereka yang tidak menyukai mesin di bawah. Produk ini menawarkan performa yang lebih baik dan image Toyota. Jika daya angkut bukan pertimbangan tera-tas, Avanza patut dipertimbangkan. Apalagi kedua mobil ini mampu menenggak bensin Premium TT tanpa takut mempengaruhi performanya dan tetap sejalan dengan efisiensi yang baik. Back seat driver BERAPA PILIHAN WARNA APV LUXURY? SUZUKI hanya menyediakan satu warna untuk APV Luxury, yakni Pearl White. Dan warna ini tidak tersedia pada varian APV yang lain, sehingga menjadikan Luxury begitu eksklusif. VARIAN APA SAJA YANG DIMILIKI LUXIO? DAIHATSU Luxio memiliki 3 pilihan varian: D, M dan X, serta 3 paket trim yaitu Premio, Elite dan Ultimate. Pilihan Luxio yang telah dilengkapi teknologi rem ABS tersedia pada varian M dan X. Tabel Penilaian DAIHATSU LUXIO X SUZUKI APV LUXURY TOYOTA AVANZA 1.5 S Harga* 8 7 7 Akselerasi 7 7 8 Konsumsi bbnr 8 7 8 Kepraktisan* 9 8 7 Desain eksterior 7 7 8 Desain interior 8 7 7 Pengendalian 7 7 8 Kenyamanan* 8 7 8 Fitur 9 8 9 Akomodasi 9 8 6 Fun to drive* 7 6 8 Catatan: * = Faktor yang dianggap signifikan dalam Tes Jalan kali ini Kesimpulan Pertarungan di kelas ini berlangsung sengit dan kehadiran pendatang baru Daihatsu Luxio membuat suhu persaingan bertarnbah panas. Fitur keselamatan seperti rem ABS bahkan sudah diimplementasikannya. Selain memiliki kapasitas 8 orang, performa mesin yang responsif dan efisien mengukuhkannya sebagai nomor 1 di kelas ini. Ketangguhan mesin 3SZ-VE yang dipergunakan pada 2 kontestan di sini hadir dalam 2 variasi. Pada Avanza mesin ini menghasilkan performa juga efisiensi yang baik. Namun pada Luxio, dengan konflgurasi mesin yang diletakkan miring, menurunkan tenaga yang mampu di-hasilkannya. Namun hal tersebut tetap sepadan dengan ruang yang disediakan untuk penumpang yang lapang ditambah implementasi pintu geser yang memudahkan akses ke bagian belakang mobil ini. Di lain pihak, APV hanya bisa melakukan perbaikan dengan penambahan body kit secara menyeluruh. Sayang banderol harga varian Luxury ini terlampau mahal. Sehingga faktor value for money-nya jadi tak sebaik kedua rival. Dengan harga yang lebih murah, Anda dapat mendapatkan Luxio maupun Avanza dengan transmisi otomatis berikut kenyamanan serta performanya. Peringkat akhir 1. DAIHATSU LUXIO X A/T (+) Daya angkut, pintu geser, tergolong irit bbm (-) Performa mesin kurang responsif, mesin kolong 2. TOYOTA AVANZA 1.5 S A/T (+) Teknologi, model, pengen-dalian, pilihan mesin lengkap (-) Kapasitas, jok baris ketiga sempit 3. SUZUKI APV ARENA M/T (+) Daya tampung, suspensi per keong, harga (-) Limbung, posisi mesin, teknologi konvensional Sumber : AutoBild Indonesia, Jumat, 17 April 2009

MPV Baru Calon Penerus Avanza?

MPV Baru Calon Penerus Avanza?

Daihatsu kembali akan meluncurkan multi purpose vehicle (MPV) baru tahun depan, terlihat dari banyaknya foto-foto di berbagai situs mengenai calon MPV penerus Xenia atau Avanza tersebut. Adapun salah satunya situs otomotif palutan.org yang memposting MPV baby innova ini. Melihat gambarnya mirip dengan kijang innova tetapi dengan ukuran Xenia atau Avanza. Sumber informasi yang diambil bukan dari Astra Daihatsu Motor (ADM) tapi justru dari pabrikan malaysia, yaitu Perodua. Perodua adalah BUMN otomotif Malaysia yang berkerja sama dengan Daihatsu. Di Malaysia, produk-produk Daihatsu dipasarkan dengan merek Perodua. Dalam website tersebut di jabarkan kisi-kisi soal MPV Perodua yang akan dilansir tahun depan. Bahkan gambar MPV tersebut di dapati dengan banyak sudut. Berdasar gambar yang tertera, MPV baru tersebut mempunyai moncong depannya menyerupai Toyota Vios, strip kaca samping menyerupai Daihatsu Xenia dan bagian belakang mirip dengan Toyota Innova. Apakah ini yang disebut baby innova? Dengan panjang MPV Daihatsu tersebut hanya 4180 mm/lebar 1695 mm, setara dengan ukuran Toyota Avanza, 4120 mm (P) x 1630 mm (L). Bandingkan dengan ukuran Toyota Innova yang ukurannya, 4555 mm (P) x 1770 mm (L). Tetapi model menyerupai Kijang Innova. Disebutkan juga bahwa MPV ini basis produksinya akan dilakukan di Indonesia. Ini berarti sejalan dengan kebijakan yang Februari 2008 ini dicanangkan oleh pemegang 51% saham Daihatsu, Toyota Motor Corp, yang mengatakan akan meluncurkan MPV baru di Indonesia pada tahun 2009. Betulkah MPV yang bakal dilansir Perodua dan bakal MPV baru ADM (Astra Daihatsu Motor) adalah produk yang sama? Dari info yang di dapat Rini, Oktober 2008 ini juga muncul berita yang mengatakan Daihatsu telah menunjuk biro iklan untuk mengkampanyekan MPV barunya tahun depan di Indonesia. Inikah Calon penerus dan pengganti avanza? Mengingat umur mobil sekelas kijang innova dan avanza mempunyai life cycle yang cukup lama sekitar 7 tahun dengan melihat generasi kijang kapsul. Sedangkan Avanza baru di launching 2004 lalu.

Dimensions New MPV Sienta Wish Freed Myvi F/L
Length 4180mm 4100mm 4650mm 4215mm 3750mm
Width 1695mm 1695mm 1745mm 1695mm 1665mm
Height 1620mm 1670mm 1600mm 1715mm 1550mm
Wheelbase 2750mm 2700mm 2750mm 2740mm 2440mm

Perbedaan Avanza Minor Change Dengan Avanza Sebelumnya

Perbedaan Avanza Minor Change Dengan Avanza Sebelumnya

Eksterior

Grade

Avanza (Previous)

Avanza Improvement 2008

1. Emblem VVT-i

All

- Located on Back door, next to Grade emblem

- Moved to Front fender LH & RH

2. Roof panel

All

- Flat roof

- Roof Lining

3. Foglamp Garnish

G & S

N/A

- Chrome platting around Foglamp area

4. Center Mesh Bumper grille

G & S

N/A

- Cover up the upper & lower bumper grille

5. Back door chrome garnish

G & S

N/A

- Chrome ornament on the Back door area

6. Outer Mirror w/ TS

S

- Simple Design

- More fresh & attractive design

7. Side Moulding

S

N/A

- Tough & luxury side moulding design

8. Body Colors

All

- Red Mica & Dark Blue Mica Discontinued

- New color Dark Gray Mica & Wine Red Mica

Interior

Grade

Avanza (Previous)

Avanza Improvement 2008

1. Interior Color Change

All

- Ivory color

- Greige color

2. Seat

All

- Pattern change & additional stitch

3. Steering wheel All

All

- 3 spokes urethane

- 4 spokes urethane

4. Combination meter

All

- Change combination

5. A/C register color change

All

- Dark brown

- Dark grey

6. Glass

All

- Clear glass

- Green Glass

7. New I/P Panel color change

S

- Silver

- Smoke Silver

8. Shift Lever Knob

S A/T

- Standard/In-line type

- Shift Gate type

9. Rr console box

E

N/A

With

New Vios vs All New City vs Neo Baleno

New Vios vs All New City vs Neo Baleno

New Vios vs All New City vs Neo BalenoKini saat yang tepat beli mobil! Mungkin saja ini kata-kata usang pemasar mobil yang sudah terlalu sering Anda dengar. Krisis begini kok malah beli mobil baru? Menghadapi tutup tahun 2008 yang penuh ketidakpastian, yang bisa saja permanen pada 2009, tindakan positif hingga berpikir terbalik boleh saja dilakukan. Pepatah Cina Weiji bilang dibalik krisis atau rintangan, sebenarnya ada peluang. Hati boleh trenyuh membaca berita tentang PHK karya­wan, namun siapa tahu bakal lahir wiraswastawan baru yang andal. Bahkan dikala transaksi penjualan kendaraan di­prediksi menurun, ada pebisnis-pebisnis perawatan oto­motif yang bersiap menangguk laba. Nah ketimbang wait and see, bertindak cepat lebih baik. Para eksekutif muda di komparasi ini bahkan perlu menyepi ke sebuah desa untuk memutuskan small sedan pilihan mereka. Akomodasi Tidak bisa dipungkiri, bentuk bodi Suzuki Neo Baleno berpengaruh banyak pada ruang kabin. Tengok saja bagasi sedan berlambang ‘S’ ini. Panjang dan lebarnya memang tidak jauh beda dengan New City dan Toyota Vios. Tetapi jauh lebih tinggi, sehingga bisa muat banyak. Pun demikian dengan jok belakang, ruang kaki lebih lega. apalagi ruang kepala. Head room City dan Vios relatif lebih rendah. Namun pada City punya setelan reclining jok belakang. Sedangkan Vios mena­warkan banyak kantong pada kabin depan, seperti di seputar dasbor dan door trim. Vios : *** City : *** Baleno : **** Performa Performa menonjol ada pada Toyota All New Vios, akselerasi berlangsung cepat, meski di kecepatan menengah, tak sebaik Honda New Cit. Sementara karakter Suzuki Neo Baleno terasa lebih merata di tiap putaran. Dari bawah hingga atas tak ada perubahan terlalu drastis. Namun untuk jarak 402 m ketiganya berakselerasi dengan waktu hampir sama. Sebagai catatan, ketiga mobil ini sudah menggunakan sistem katup variabel. Vios : **** City : *** Baleno : ** Style Pada ajang bentuk tampilan, Suzuki Neo Baleno harus mengalah. Pasalnya bodi mobil dengan ukuran lingkar roda 15 inci terlihat sangat bongsor, padahal mesin yang dibopong tergolong medium. Belum lagi tebal bodi membuat tampilan luar jadi lebih tinggi dibanding rival. Jika berbicara Toyota All New Vios, bentuk depan yang layaknya paruh burung Kakatua membuat tampilan jadi manis. Bukan tanpa sebab di desain seperti ini. Bentuk ini menunjang tingkat keamanan. Bonnet tidak mencederai parah pejalan kaki jika terjadi kecelakaan. Desain depan All New City benar-benar baru dan terlihat selangkah lebih maju. Seperti lampu yang mengecil di ujung, dan grill sangat rapat dengan lampu. Garis tegas gril juga merapat di ujung dan sedikit terbuka di tengah. Ini untuk ‘menangkap’ angin yang berguna mendinginkan radiator. Tak cukup hanya depan. Buritan juga berubah. Tutup bagasi lebih kecil dibanding mobil sekelasnya, namun tak lantas mengecilkan ruang bagasi. Justru dengan pendeknya buritan ini, membuat tampilan belakang jadi seksi. Vios : *** City : **** Baleno : ** New Vios vs All New City vs Neo Baleno Kenyamanan Kelembutan suspensi All New Vios pasti bakal bikin kedua gadis desa ini ketagihan. Uniknya meski lembut, karakter handling tidak terkompensasi. Neo Baleno pun cukup empuk. Sayangnya, jok belakang relatif tegak. Hanya All New City memiliki reclining jok belakang, cukup nyaman menyangga punggung. Sementara kenyaman­an menge­mudi pada Honda New City cukup tinggi. Setelan setir tilt dan telescopic dipadu kontur jok terbilang sangat er­gonomis. Hanya saja, pelek 16 inci yang dipakai bikin bantingannya terasa lebih keras. Melihat ground clearance, Neo Baleno lebih unggul dengan 165 mm. Sementara New Vios 150 mm dan All New City 160 mm. Vios : **** City : *** Baleno : *** Fitur Dibanding ketiga mobil yang dicoba, nyaris sulit untuk untuk diputuskan, terlebih pertarungan Suzuki Neo Baleno dan Honda All New City. Karena keduanya sama-sama memiliki keunggulan. Suzuki Neo Baleno, yang memiliki fitur lipat spion. Jadi ketika parkir atau melewati jalan sempit, spion dapat dilipat tanpa harus turun dari mobil atau mengeluarkan tangan. Belum lagi pantauan suhu luar yang terpampang jelas di layar Multi Information Display (MID). Keunggulan Honda All New City, yang menempatkan posisi MID terintegrasi dengan spidometer. Tidak terpisah layaknya Suzuki Neo Baleno dan Toyota Vios. Kelengkapan paddle shift juga menjadi nilai tambah bagi pendatang baru di segmen sedan kelas 1.500 cc ini. Sayangnya All New City tak dilengkapi fog lamp. Jika kelengkapan menjadi pilihan penting, berarti Toyota All New Vios yang harus dipilih. Beragam fitur hadir di mobil ini. Seperti adanya fog lamp kelir merah di buritan atau mudahnya proses start yang hanya tinggal pencet tombol, sedang rivalnya masih harus memutar kunci. Vios : **** City : *** Baleno : **** Konsumsi BBM Konsumsi bahan bakar juga tak terpaut jauh di antara ketiganya. Untuk penggunaan dalam kota Jakarta dengan segala kemacetannya, Toyota All New Vios berada di kategori paling hemat, disusul oleh Suzuki Neo Baleno dan Honda All New City di belakangnya. Ketika digunakan pada kecepatan konstan 100 km/jam, terhemat diraih Honda New City, kemudian Toyota Vios dan disusul Neo Baleno. Sementara pada perjalanan luar kota, ketiganya tak terpaut angka terlalu jauh, meski teririt ada pada All New City. Vios : **** City : *** Baleno : ** Harga Melihat harga retail ketiga sedan 1.500 cc dengan transmisi otomatis ini, posisi terbaik diduduki Toyota All New Vios dengan banderol OTR (On The Road) Jakarta Rp 201,6 juta. Posisi kedua diisi Suzuki Neo Baleno dengan Rp 189,2 juta, lantaran dengan banderol segitu sudah dapat beragam fitur mumpuni macam MID. Sementara posisi paling bontot diisi Honda All New City i-VTEC, dengan banderol Rp 260 juta (OTR-Jakarta). Pasalnya harga retail All New City yang digelontor PT Honda Prospect Motor kali ini, terbilang tinggi untuk kategori sedan kapasitas kecil. Meski begitu teknologi i-VTEC yang diusungnya, boleh jadi sebagai senjata pa­­mungkas untuk men­se­jajarkan harga jualnya. Honda All New City A/T Rp 260 juta Toyota All New Vios G A/T Rp 201,6 juta Suzuki Neo Beleno A/T Rp 189,2 juta Vios : ***** City : *** Baleno : **** Kesimpulan Kehadiran All New City dengan major change membawa angin segar di kelas small sedan. Kita butuh waktu agak lama untuk memahami tampang luar sebelum akhirnya mulai suka. Namun hambatan terbesar adalah pada harganya. Tidak jelas kenapa dijual semahal itu, padahal dikomparasi ini City hanya dominan di sisi desain menarik. Lewat sisi harga, Neo Baleno sangat menarik. Selain itu akomodasi yang luas dan kemampuannya merambah medan berat paling menonjol. Toyota All New Vios dijual lebih murah Rp 58,5 juta dari All New City atau jika benar, kabarnya Januari 2009 mendatang naik Rp 20 juta. Dengan harga yang tetap lebih murah(atau harga disubsidi PT TAM?), All New Vios justru dominan disisi kenyamanan, performa, konsumsi BBM hingga fitur. Ini dia small sedan dengan sense of crisis paling baik. Judul : Komparasi New Vios vs All New City vs Neo Baleno Sumber : Tabloid Otomotif

Pertarungan Abadi

Pertarungan Abadi

Sejak era 1980-an, kelas ini selalu menjadi ajang kompetisi ATPM di tanah air. Meski dominasi sedan kini mulai tergeser, namun di kelas ini pertarungan abadi tetap terjadi. Manakah jajaran produk yang mampu menjawab selera para eksekutif muda di Indonesia? Berbicara Medium Sedan, nama Toyota Corolla, Honda Civic, dan Mitsubishi Lancer, tentu sudah tidak asing di telinga konsumen Indonesia. Kompetisi ketat antara 3 ATPM besar ini telah mewarnai pasar domestik sejak awal 1980-an. Dan kini, Ford mulai meng-geliat dengan produk andalannya, Ford Focus. Keberhasilan Corolla Altis dalam penjualan Medium Sedan di Indonesia, mulai mendapat lawan berat dari sekelilingnya. Untuk itu, penting bagi Toyota untuk meremajakan produk andalannya agar tetap menjadi pemimpin pasar di Tanah Air. Dengan menghadirkan pilihan mesin baru, Altis kini memiliki dapur pacu berkapasitas 2.000 cc. Berbeda dari varian bermesin 1.800 cc, Corolla Altis 2.0 V teranyar ini telah dilengkapi teknologi dual VVT-i dan paddleshift. Kedua fitur ini tentu saja memberikan nuansa sporty pada sedan elegan ini. Kesan interior yang dibangunnya memiliki nuansa elegan ketimbang sporty. Imbuhan head unit dengan layar ECD maupun DVD player, meningkatkan value for money sedan Toyota ini. Sementara beberapa waktu sebelumnya, Ford Focus dengan varian terbaru, Ghia 2.0. Sedan bermerek asal Amerika ini memiliki cita-rasa Eropa yang kental dengan berbagai kelengkapannya. Tentu saja nuansa Eropa terpancar jelas dari ekterior maupun interiornya. Sebagai model facelift, varian Ghia 2.0 ini memang ditargetkan untuk para eksekutif muda. Fitur-fitur standar yang dimilikinya sudah cukup untuk memanjakan pengemudi maupun penumpang di dalamnya. Sayangnya, unit diesel yang menjadi unggulan Ford Focus saat ini, tidak tersedia pada varian sedannya. Begitu pula dengan Civic. Facelift yang dilakukan Honda membuat Civic tampil lebih sporty dengan layout bumper baru. Untuk pasar Indonesia, Honda hanya menawarkan dua pilihan mesin Civic: 1.800 cc dan 2.000 cc. Tak ada versi high performance hadir dalam line-up-nya di Tanah Air. Penampilannya tetap mampu menghipnotis penggemar Honda di Tanah Air. Apalagi konsep sport telah menjadi satu paket menarik dari Civic. Sedangkan Mitsubishi Lancer EX 2.0 GT, masih menjadi pilihan Medium Sedan menarik di Tanah Air. Sayang, penampilan eksterior yang sporty tidak serta merta membuatnya mampu mengungguli para rivalnya. Namun PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors (KTB) malah tertarik dengan menghadirkan pilihan mesin high performance Evo X di dalam line-up Lancer di Tanah Air. Pertarungan kunci: Manakah paket paling menarik? SELAIN menyediakan empat pilihan trim pada Corolla Altis, Toyota cukup cerdik dengan menyuguhkan fitur-fitur pendukung. Monitor navigasi merupakan salah satu fitur yang cukup dibutuhkan saat ini. Hal mi kian memberi keleluasaan kepada konsumen untuk memilih Altis yang seusai dengan budget yang dimiliki. Sedangkan Honda lebih memilih segmentasi dalam menjual produknya. Pengemudi antusias menjadi incaran Honda dengan Civic. Eihat saja, penerapan stability control dan posisi mengemudi yang begitu mengasyikkan sebagai salah satu cirinya. Belum lagi performa dapur pacu yang mengusung teknologi i-VTEC. Sedangkan Mitsubishi Lancer dan Ford Focus berada di antara keduanya. Mereka tak memiliki kelebihan yang menonjol yang saling mendukung. Seperti Lancer dengan penampilan sporty namun kurang didukung oleh performa dan pengendalian terbaik. Begitu pula dengan Focus. Andai saja pilihan mesin diesel yang dipadu transmisi Dual Clutch Transmission (DCT) hadir pada Focus sedan, tentu paket yang dihadirkan akan lebih menarik. Toyota Corolla Altis 2.0V PENGEMBANGAN, adalah kata kuci berhasilnya sebuah produk di pasar. Dengan terus menawarkan value for money yang memikat, sebuah kendaraan akan terus diminati pembeli dan mendulang kesuksesan. Hal tersebut dilakoni oleh PT Toyota-Astra Motor (TAM) saat merilis Toyota Corolla Altis bermesin 2.000 cc. Inovasi paling kentara darinya adalah adopsi tekonologi Dual VVT-i. Berbeda dengan teknologi VVT-i, sistem ini sekaligus mengatur kinerja dari katup masuk dan buang. Tak heran bila Toyota tertarik untuk meningkatkan kapasitas mesin hingga 200 cc tanpa takut konsumsi bbm menjadi lebih boros. Tenaga besar pun mampu diraihnya dengan penambahan kapasitas mesin ini. Dengan tenaga sebesar 152 dk, ia pun mampu mencetak figur akselerasi 0-100 km/jam dalam 10,2 detik. Kendati demikian, ia tetap kalah dari Honda Civic 2.0 dan Mitsubishi Lancer EX 2.0GT yang mencatat 9,5 dan 9,9 detik. Kekalahan Altis turut disumbang oleh transmisi otomatis 4-speed yang disematkan. Beda dengan Civic dan Lancer yang telah memiliki G-speed dengan rasio rapat. Sulit bagi Altis untuk mengimbangi keduanya saat adu kencang. Meningkatnya efisiensi mesin mengakibatkan torsi yang dihasilkan naik secara signifikan. Tercatat angka 212 Nm pada 4.400 rpm. Itu terasa saat ia harus berjibaku di tengah padatnya jalan. Makanya saat diukur konsumsi bbm dalam kota, Altis mencatat angka 10,2 km/liter. Hal tersebut berimbas pada konsumsi bbm tol. Altis menoreh figur 16,4 km/liter. Masih lebih unggul dari pesaingnya. Hasil di atas menjadi sangat berarti bagi Anda kaum konservatif yang tidak terlalu membutuhkan performs menggelora. Inovasi selanjutnya adalah imbuhan paddleshift di balik setir. Meski bukan cerita baru karena Civic dan Lancer telah memiliki, tapi itu merupakan yang pertama untuk Toyota di Indonesia. Namun hati-hati saat membawanya bermanuver. Karena setelan suspensi masih sama dengan varian 1.8, bantingannya terasa empuk. Akibatnya Altis cukup sulit untuk dikendalikan lantaran suspensi kurang mampu mengimbangi dorongan torsi yang kuat. Potensi limbung mu-dah terdeteksi. Karena setir ringan, hilangnya rasa saat kecepatan tinggi membuat pengemudi sulit memprediksi arah mobil. Tidak ada ubahan berarti pada penampilan eksteriornya. Hanya berganti desain gril yang membuat ia tampak lebih sporty. Kendati untuk Anda pengemudi antusias, tampilan luar Civic dan Lancer tetaplah yang terbaik. Bahkan dengan tampilan Focus sekalipun, jika dilihat dari depan. Kesan mewah sangat terasa di bagian dalam. Balutan kulit cerah di bangku membuat penumpang merasa nyaman. Bicara audio, ternyata Altis ini berbeda dari 1.8. la tidak lagi dilengkapi head unit terintegrasi, melainkan sistem audio visual baru dari pihak ketiga. Hal ini dikarenakan PT TAM ingin memberikan value bagi pemilik Altis dengan menyematkan sistem navigasi. Begitu dinyalakan Anda akan segera paham bahwa Garmin dilibatkan dalam proses pembuatannya. Sedangkan Tele Altas digandeng sebagai penyedia peta. Dengan tombol sentuh di layar, Anda dapat menavigasi tujuan sebelum jalan. Petanya tergolong lengkap karena PT TAM terlibat langsung saat proses pengembangan. Point of Interest (POI) yang disajikan terbilang lengkap, termasuk lokasi bengkel resmi Toyota. Semakin memikat dengan hadirnya voice guidance berbahasa Indonesia. PT TAM dianggap berhasil dalam mengembangkan Altis. Memang bagi pecinta kecepatan ia bukanlah pilihan utama. Pun dengan desain eksterior biasa saja. Tapi performanya tidak mengecewakan. Beberapa gimmick menarik seperti paddleshift dan sistem navigasi turut mereka sematkan. Cukupkah untuk menjadi yang terbaik? Poin utama 1.MESIN Selain naik kapasitas, mesin yang dipakai dilengkapi teknologi canggih Dual VVT-i. Memang tenaga yang disemburkan tidak segarang Civic dan Lancer, namun torsinya adalah yang terbaik di sini. Pun dengan efisiensi mesin lebih baik. Makanya konsumsi bbm Altis lebih baik dari keduanya. 2.EKSTERIOR Tidak ada ubahan dari model 1.8. Kecuali hadirnya gril sporty bermotif sarang tawon di dalamnya dengan bilah krom cantik di atasnya. Kit bodi cukup membuatnya tampil lebih sangar kendati kami melihat tampilan ketiga rivalnya lebih agresif dari Altis. 3.INTERIOR Aroma konservatif terus berlanjut pada kabin. Balutan kulit mewah pada bangku setaagi penanda. Desain dasbor modern walau desainnya kalah memikat dari Corolla ataupun Lancer. Imbuhan paditleshift menaikkan pamornya. 4.SISTEM NAVIGASI Bisa dikatakan Altis adalah inovator untuk sistem navigasi yang menjadi satu kesatuan dengan mobil. Ketiga rivalnya belum memikirkan hal tersebut. Sangat membantu karena Toyota terlibat langsung dalam pengembangan. Mitsubishi Lancer EX 2.0 GT PABRIKAN berlambang Tiga Berlian ini melakukan reborn saat kembali melansir Lancer EX. Tidak tanggung-tanggung, Mitsubishi memboyong dua model sekaligus untuk transporter harian dan versi kencang di Tanah Air. Untuk versi harian, PT Krama Yudha Tiga Berlian siap bertarung sengit dengan para rival yang memang kuat bercokol di pasar lokal. Yup, Lancer EX 2.0 GT siap menantang ketangguhan Toyota Corolla Altis, Honda Civic dan Ford Focus Ghia dalam pertarungan kali ini. Tampilan radikal nan elegan langsung terpancar pada wajah luar Lancer. Sepintas bodi yang mirip dengan versi high performance, membuat paket Lancer EX menjadi salah satu alternatif menarik. Kesan sporty tampak pada gril trapezoidal. Kian apik dengan hadirnya spoiler belakang di atas bagasinya berbalut pelek alloy 18 inci. Mesin 1.998 cc berteknologi MIVEC mampu menyemburkan tenaga hingga 155 dk/6.000 rpm dan torsi maksimum 200 Nm/4.500 rpm. Tanpa banyak diketahui, teknologi pengaturan katup masuk dan buang telah lebih dahulu hadir pada Lancer EX ketimbang Corolla Altis terbaru. Dengan transmisi CVT, Lancer memberikan sensasi berkendara. Entakan halus nan kencang terasa saat pedal gas diinjak dalam mode Sport. Lancer mampu berakselerasi 0-100 km/jam di bawah 10 detik atau tepatnya, 9,9 detik. Hasil ini rnembuatnya duduk di posisi kedua setelah Honda Civic dengan waktu terpaut 0,3 detik. Pun begitu soal konsumsi bbm. Meski bukan yang terbaik di tes ini, konsumsi bbm Lancer di jalan bebas hambatan terbilang irit, yaitu 14,8 km/1. Lancer mesti mengakui kelebihan Toyota Corolla Altis 2.0 yang mampu menembus 16,4 km/1 atau lebih boros 1,6 km/1. Bahkar. untuk rute kombinasi, Lancer bisa menyentuh angka 12,4 km/1. Singkatnya, baik performa maupun kehematan, Lancer cukup bisa diandalkan dibandingkan para rival sekalipun. Mampukah segala kelebihan ini, Lancer bisa dengan mudah melaju kencang dalam kontes ini? Poin utama 1.STYLING Tampilan radikal nan elegan menjadi daya tarik Mitsubishi lancer EX 2.0. Meski hanya untuk mobil harian, nuansa mobil taerperforma sudah terpancar saat Lancer melintas. 2.INTERIOR Sederet fitur pendukung seperti Multi Information Display, paiUleshift di kolom kemudi, AC dengan climate control, dan tumbol audio dl setir menjadi kelengkapan standar di EX. 3.MESIN Dapttr pacu 1.998 cc berteknologi MIVEC menyemburkan tenaga 155 dk/6.000 rpm dan torsi maksimum 200 Nm/4.500 rpm, cukup mumpuni baik performa maupun kehematan saat beraksi di jalan. 4.PILIHAN LENGKAP Mitsubishi Lancer hadir dengan pilihan lengkap. Untuk versi harian, Lancer EX 2.0 GT layak dipilih, sementara bagi penyuka mobil berperforma ekstra, Evo IX bisa jadi jawaban. Keduanya pun dihadirkan PT KTB secara bersamaan untuk konsumen lokal. Honda Civic 2.0 BENAR, ini adalah versi facelift dari Civic. Varian bermesin 2.0 ini kini memiliki penampilan bumper yang baru dan lampu belakang bulat terdahulu, kini berubah menjadi oktagon atau segi delapan. Sekilas riada perubahan bentuk secara mendasar. Penampilannya terlihat modern dengan kaca depan yang landai serta lekuk bodi unik. Mobil ini terlihat elegan, canggih, sekaligus dinamis. Di dalam, nuansa tersebut masih berlanjut. Panel instrumen yang terpisah dalam dua bagian memiliki spidometer digital di atas, sementara bagian bawahnya menampilkan takometer dengan jarum analog. Desain panel instrumen bertumpuk di Civic ini diberi nama Multiplex oleh Honda. Kini Civic sudah sedikit berbenah dan menambahkan fitur fuel consumption yang absen di versi terdahulu. Kesan luas dan dinamis langsung terpancar begitu Anda duduk di belakang kemudi Civic, dengan posisi yang cukup ergonomis. Semua kendali seperti tuas transmisi, rem tangan, paddleshift serta pengaturan kemudi 4 arah membuat semua kendali berada berada dalam genggaman. Posisi mengemudi yang baik tidak menyebabkan pegal saat melakukan perjalanan jauh. Hal ini memberikan pengalaman berkendara terbaik pada pengetesan kali ini. Pun begitu, penumpang belakang tetap bisa menikmati ruang ruangan cukup lega. Mesin berkapasitas 1.998 cc i-VTEC DOHC paling bertenaga di kelas ini. Di atas kertas, mesin ini memiliki tenaga kuda yang setara dengan Mitsubishi Lancer EX sebesar 155 dk, pada putaran yang sama pula 6.000 rpm. Namun bobotnya yang sedikit lebih ringan, membuat akselerasinya lebih lincah hampir di semua tingkat kecepatan dibandingkan EX. Hal ini dibuktikan dengan menyelesaikan akselerasi 0-100 km/ jam dalam tempo 9,6 detik. Tenaga Civic terasa merata dari putaran bawah hingga tengah dan menggila di putaran tinggi. Transmisi matik 5-speed-nya sangat responsif ketika melakukan perpindahan. Dan mode manual dengan perpindahan via tuas di balik setir rnembuatnya semakin mengasyikkan dikemudikan. Bahkan perpindahan tersebut masih bisa dilakukan pada mode otomatis sekalipun, hal yang tak bisa dilakukan oleh Lancer EX. Bantingan Civic tergolong moderat atau setara dengan Ford Focus, namun sedikit lebih keras ketimbang Mitsubishi maupun Corolla Altis. Pengendaliannya juga cukup lincah, tapi memang belum sepresisi Mitsubishi yang menggunakan pelek berdiameter 18 inci. Dimensi pilar A yang tebal mengganggu manuver di jalan sempit. Di sisi lain, satu hal lagi yang menyenangkan dari mobil ini adalah setirnya yang berukuran kecil dan pas digenggaman, sehingga memudahkan pengemudi pada saat melakukan manuver. Lampu HID xenon serta kontrol kestabilan sudah menjadi menu standarnya. Kehadiran stabilty control VSA (Vehicle Stability Assist) membantu menjaga keselamatan pada kecepatan tinggi. Dengan harga yang mencapai Rp 398 juta, apakah Civic mampu kembali bersaing dan mengambil kembali tahta sebagai yang terbaik di kelasnya? Poin utama 1.STYLING Penampilan terbarunya tetap memberikan sedikit penyegaran. Sentuhan yang diberikan Honda pada bumper depannya memberikan kesan sporty yang semakin kental. 2.INTERIOR Berkat desain Multiples yang diterapkan pada model ini, mampu menghasilkan ruang yang lapang bagi seluruh penghuni kabin. Hal tersebut dipadu dengan desain bertaagai tuas maupun tombol pengendali yang ergonomis sehingga mudah dijangkau dan dioperasikan oleh pengemudi juga penumpang depan. 3.MESIN Dengan modal mesin yang terkuat di kelas ini, Civic tetap memiliki performa terbaik walau harus dibayar dengan konsumsi BBM yang sedikit lebih boros dari rivalnya. Torsinya yang tidak sebesar Lancer EX 2.0 GT maupun Corolla Altis 2.0 V, tetapl tetap lebih unggul dari Focus. 4.FUN TO DRIVE Racikan suspensi dan mesin pada varian ini, dipadu denga posisi mengemudi yang baik, mampu memberikan sensasi pengalaman berkendara yang optimal. Ford Focus Ghia 2.0 SATU-SATUNYA kontestan Tes Jalan Medium Sedan ini yang berasal dari luar Jepang adalah Ford Focus. Dengan mengadopsi konsep Kinetic Design, Focus sedan sudah mengikuti wajah para saudaranya yang memiliki ciri khas lubang udara besar dan lampu menyipit yang ditarik ke belakang. Untuk menambah kesan mewah pada moncongnya diimbuhi Us krom. Perubahan lain dari Ghia dibandingkan dengan versi yang digan-tikannya adalah adanya tambahan lampu sein pada spion dan juga lis pada pintu dan hendelnya. Sementara bagian buritan, terlihat lampu yang didesain ulang walaupun bukan merupakan major change. Masuklah ke dalam interiornya, maka jelas terlihat sebagai varian termewah, seluruh bangku dan beberapa panel pintu dibungkus bahan kulit mewah dengan warna beige. Warna serupa berlanjut pada bagian dasbor dan panel pintu dengan sedikit tambahan warna abu-abu. Kemudi palang empat pun terkesan mewah dengan balutan kulit dan memiliki tuas audio dan menu tepat di belakang lingkar kemudi yang mudah diraih. Sayang kemudinya kurang nyaman digenggam. Tuas audio berupa volume, track CD ataupun radio dan mode mengganti gelombang radio yang sudah di set sebelumnya. Konsol tengah dihiasi sentuhan kayu untuk menambah kesan mewah. Sandaran tangan depan dapat dimaju-mundurkan sehingga tangan tidak mudah letih ketika sedang berhenti. Ruang penyimpanan cukup memadai dengan beberapa cup bolder. Untuk mendapat posisi duduk dalam Ghia sangat mudah karena dilengkapi dengan pengaturan elektrik pada bangku pengemudi. Dan lingkar kemudi pun dapat di atur ketinggiannya serta jauh dekatnya dengan pengemudi. Bagasi yang dimiliki Ghia jelas lebih besar dari versi hatchback sehingga dapat memuat banyak barang belanja. Bila dirasa kurang, jok belakang bisa dilipat sehingga menambah kapasitas ruang bagasi. Caranya pun mudah, hanya menarik tuas yang berada disamping headrest. Mesin yang digunakan pada Focus Ghia adalah mesin bensin 1.999 cc 4 silinder Duratec. Mesin ini sanggup menghasilkan tenaga 144 dk pada 6.000 rpm dan torsi 185 Nm pada 4.500 rpm. Respons-nya memang tidak seganas unit diesel dan hanya ditemani transmisi otomatis 4-speed yang menye-diakan mode manual. Namun satu kelebihan dari Focus Ghia adalah adanya pengaturan steering yang bisa diset pada Menu saat keadaan mobil sedang diam. Anda bisa mengatur kemudi untuk mode Standard yakni untuk penggunaan sehari-hari, Sport bila Anda berada di jalan bebas hambatan atau banyak melakukan manuver pada kecepatan tinggi, dan Comfort untuk cruising ataupun saat parkir. Konsumsi bbm tidak bisa di-bilang hebat karena untuk jalan tol hanya mampu mencatat angka 14,7 km/1, sementara untuk konsumsi jalanan kota, Focus yang paling boros dalam komparasi kali ini dengan angka 9,2 km/1. Sementara untuk akselerasi untuk mencapai 100 km/jam, Focus Ghia mencatat angka 11,7 detik. Poin utama 1.STYLING Konsep Kinetic Design menjadikan Focus lebih segar dipandang dibandingkan dengan versi sebelumnya. Tambahan bagasi dari versi hatchback menambah ruang bagasi. 2.INTERIOR Cukup mewah dengan fitur-fitur audio dan menu MID yang tuasnya berada dibalik kemudi. 3.FITUR Fitur yang menonjol adalah adanya pengaturan untuk bobot kemudi dalam pengendaraan, Standard, Sport, Comfort - yang bisa di-setting dari Menu. 4.PILIHAN VARIAN Untuk versi Ghia ditawarkan mesin 2.000 cc dan 1.800 cc. Sementara bagi penyuka model hatchback memiliki pilihan bensin untuk pengedaraan harian yang santai. Backseat driver ADAKAH VARIAN SERUPA YANG DITAWARKAN KEEMPAT KONTESTAN ? COROLLA Altis masih menjual tiga model bermesin 1.800 cc. Sementara Civic memiliki dua varian bermesin 1.800 cc yaitu bertransmisi manual dan otomatis. Focus memiliki varian 2.0 lebih murah, yaitu Comfort. Sedangkan Lancer EX hanya memiliki satu pilihan model. Namun jika dompet Anda tebal, Lancer Evo X seharga Rp 1,1 miliar layak dicicipi. SIAPA LAGI PEMAIN DISEKTOR INI? MAZDA3 Sedan adalah salah satunya. Saudara jauh Ford ini masih menjual 3 Sedan model lawas, padahal di negeri asalnya dan di Eropa, 3 telah mengalami pergantian model. Jika hanya mempertimbangkan mesin, Peugeot juga memiliki 407 bermesin 2.000 cc. Namun sebenarnya sedan Francis ini masuk di kelas lebih tinggi. Unitnya sendiri tidak ready stock dan harus dipesan terlebih dahulu. Kesimpulan TAK dapat dipungkiri, bahwa paket paling menarik tetap dimiliki Toyota Corolla Altis. Pengembangan yang dilakukan memang telah menjadi kebutuhan konsumen di kelas Medium Sedan saat ini. Usaha Toyota untuk menambah pilihan mesin dan menyematkan fitur-fitur menarik, merupakan langkah yang tepat. Memang Altis bukan yang terbaik dalam hal performa dan pengendalian, namun ia tetap berada dalam batas yang tidak memalukan. Tapi dalam hal konsumsi bbm, Altis mampu menjadi yang terbaik dari para rivalnya. Hal inilah yang membuat paket Toyota mampu menjadi yang terbaik dalam tes jalan kali ini. Sedangkan Mitsubishi Lancer EX 2.0 GT menguntit ketat di belakangnya. Lancer EX mampu memberikan aura sport yang kental. Suatu hal yang tidak bisa diberikan oleh para kompetitornya. Sistem tata suara yang dimilikinya juga merupakan yang terbaik. Bahkan sistem audio visual yang dimiliki Altis tidak mampu menyainginya. Performa mesin maupun handling-nya masih sebanding dengan yang diberikan Civic. Begitu pula unsur fun to drive yang dimilikinya, mampu memberikan sensasi yang merefleksikan penampilan eksteriornya. Nuansa sport tersebut terlalu dihayati sampai-sampai interiornya kurang kedap dibandingkan para pesaingnya. Berbicara paket sporty, Honda Civic merupakan jagoannya. Dalam hal tenaga, maupun handling, Honda Civic menjadi yang terbaik. Terlebih faktor ergonomis saat mengemudi yang dimilikinya, tidak dapat disaingi oleh peserta lainnya. Sayangnya, paket ini begitu segmented sehingga hanya pengemudi antusias saja yang menginginkan mobil ini. Pembaruan yang dilakukan Ford pada Focus mampu membuat sedan ini tampil lebih mewah. Kesan ini semakin kuat dengan kenyamanan khas mobil Eropa, ditambah kabinnya yang hening. Sayang kelengkapan fiturnya hanya berada dalam batas rata-rata, begitu juga performa yang tergolong biasa-biasa saja. Alhasil sedan berlambang Oval Biru im belum mampu mengimbangi rival-rival sekelasnya dalam Tes Jalan kali ini. Peringkat akhir 1. TOYOTA COROLLA ALTIS 2.0 (+): Paddleshift, smart key, harga (-): Transmisi hanya 4-percepatan, pelek 16 inci 2. MITSUBISHI LANCER EX2.0 GT (+): Pengendalian akurat, fitur lengkap, pelek 18 inci, desain eksterior (-): Jaringan servis, interior kurang kedap, perlu inden 3. HONDA CIVIC 2.0 (+): Performa mesin, posisi mengemudi, kontrol kestabilan (-): Desain pilar A tebal, pelek 16 inci, harga paling mahal 4. FORD FOCUS GHIA 2.0 (+): Kenyamanan sedan Eropa, kabin yang senyap, harga (-): Akselerasi, konsumsi bbm, tenaga Sumber : AutoBild Indonesia, Senin, 01 Juni 2009

Kamis, 06 Agustus 2009

Komparasi Toyota Fortuner G M/T vs Chevrolet Captiva Sport D A/T vs Ford Everest XLT 2.5L TDCi

Komparasi Toyota Fortuner G M/T vs Chevrolet Captiva Sport D A/T vs Ford Everest XLT 2.5L TDCi

Ekspedisi Merapi Kisah mbah Marijan terpisahkan dari gunung Merapi. Namun banyak kisah heroik kuncen abdi dalem Yogyakarto hadiningrat lain yang tak kalah seru. Kemurkaan Merapi dihadapi kepasrahan mendalam. "Semua berpulang kepada Gusti Allah," terang Sadjiman, yang dalam 'KTP' keraton dianugerahi nama alias Suraksohaldoko. Keseharian Sadjiman yang berumur 47 tahun terdengar sepele. Seperti merapikan batu-batu penghalang jalan setapak menuju puncak Merapi. Namun kemampuan jelajahnya, bisa 2-4 jam berjalan kaki dari puncak tertinggi yang bisa dicapai Fortuner, Captiva dan Everest. Kebaikan hatinya bukan cuma menuntun pencinta alam menikmati gunung yang sejak 1548 sudah meletus 68 kali itu, tapi juga membantu ekspedisi trio SUV diesel. Sadjiman membantu melaporkan komparasi tiga SUV diesel dari ketinggian 2.980 m di atas permukaan laut. Akomodasi Sama-sama sanggup menampung 7 orang penumpang, hanya sedikit perbedaan antara ketiga kompetitor. Untuk ruang kaki tampaknya Fortuner paling lega. Posisi duduk nyaman dan kaki tidak tertekuk. Everest walau kapasitas bagasi paling luas, tapi ruang kaki tidak selega Fortuner. Sedang Captiva yang memang memiliki ruang kabin terkecil harus rela berada di urutan terakhir. Beda saat ingin mengangkut barang. Ruang bagasi Everest menjadi paling besar. Apalagi dibantu pelipatan jok yang simpel, cukup lipat sandaran jok ke depan, apabila masih kurang jok masih bisa dilipat mendekati bangku baris kedua. Akan terlihat bagasi simpel dengan dayaangkutmaksimal. Sama hal dengan Captiva, membesarkan ruang bagasi cukup hanya dengan melipat sandaran jok, maka tercipta lantai bagasi yang rata. Untuk meletakan barang Captiva memiliki keunggulan sendiri. Kaca belakang bisa dibuka terpisali dengan pintu. Sangat praktis untuk menaruh barang-barang yang tidak terlalu besar. Fortuner yang banyak makan tempat hanya untuk meletakan jok. Setelah melipat sandaran jok, harus melipat jok kesamping menutupi jendela belakang. Alhasil, ruang bagasi banyak tersita hanya untuk meletakan bangku. Kesimpulannya, Everest menjadi pemenang untuk daya angkut. Kelegaan ruang dibantu kemudahan sistem pelipatan jok menjadi poin lebih. Sedang Captiva yang memiliki tingkat kepraktisan tinggi, namun dimensi bagasi yang tidak terlalu besar menjadikan nilainya sejajar dengan Fortuner. Sayangnya untuk Fortuner walau memiliki ruang bagasi yang cukup besar namun tersita saat melipat jok baris ketiganya. Performa Soal performa, Captiva ( 2.000 cc) menghasilkan performa terbaik, daya maksimum 150 dk/4.000 rpm dan torsi puncak 320 Nm/2.000 rpm.Tampak paduan mesin dan transmjsi otomatik tiptronik memberikan akselerasi baik layaknya manual, yang menjadi satu-satunya pilihan untuk Fortuner diesel ini. Sementara Everest, belum melengkapi diri dengan fasilitas pada transmisi otomatik seperti Captiva. Sedangkan antara Everest dan Fortuner (2.500. cc), daya dan torsi puncak Everest yang juga menggunakan variable geometry turbo seperti Captiva (142 dk/3.500 rpm dan 330 Nm/1.800 rpm), jauh lebih besar dari Fortuner, akselerasinya lebih baik, padahal transmisi otomatiknya memiliki respons sedikit lebih lambat dibanding transmisi manual Fortuner. Daya maksimum Toyota Fortuner memang paling rendah (102 dk/3,200 rpm), namum torsi puncak merata (200 Nm/1.400-3.400 rpm). Sehingga pas di segala medan, baik di tol Cipularang, maupun rute naik-turun di sekitar Nagrek, Jabar. Namun kala memanjat kaki gunung Merapi, perlu sedikit ngotot mempertahankan putaran mesin agar Fortuner mampu mengejar laju rival-rivalnya. Konsumsi BBM Siapapun akan memberikan perhatian lebih soal konsumsi bahan bakar. Baik yang berada dalam ruang sejuk berAC dalam kamar hotel berbintang maupun embusan angin sejuknya di lereng Dieng. Dengan jarak tempuh lebih dari 1.800 km antara Jakarta dan Yogyakarta, hingga ke lereng gunung Merapi, tercatatlah penggunaan bahan bakar solar yang diminum masing-masing SUV ini. Ada pendapat soal mobil berkapasitas mesin besar otomatis menenggak bahan bakar lebih banyak. Namun jika melihat hasil uji coba ini Chevrolet Captiva agaknya menggeser hal tersebut. Memang SUV clengan kontur membulat ini memiliki performa istimewa, namun soal konsumsi bahan bakar agaknya ia mesti bersaing dengan Toyota Fortuner yang memiliki mesin dengan kapasitas lebih besar. Tampaknya dapur konsumsi bahan bakar adalah sisi istimewa buat Toyota Fortuner konsumsi solarnya relatif sama dengan Captiva! Sementara Ford Everest memang menunjukkan bahwa mesin bertenaga besar memang lebih haus! Kenyamanan Menikmati perjalanan di atas SUV ternyata nikmat juga. Secara garis besar, ketiga peminum Solar ini cukup nyaman buat melintas jalur Jakarta-Yogyakarta melalui jalur selatan. Lewat tol tidak diragukan lagi, meski jangkung mereka tetap stabil dan nyaman tanpa banyak goyangan. Asal jangan terlalu ekstrem bermanuver karena bodyroll bakal sangat terasa. Melintas jalur Nagrek masih nyaman karena baru diaspal. Namun begitu masuk daerah Majenang, banyak lubang mengadang di jalan. Dengan ban besar dan ground clearance tinggi, jadi pede melibasnya. Ton guncangan tidak terlampau terasa di kabin. Mengutip komentar salah satu kru redaksi, "Jalan kayaknya mulus aja, kok." Meski demikian, ada perbedaan karakter dari ketiga SUV. Fortuner menawarkan jok yang lebih nyaman ketimbang Everest dan Captiva. Jok Captiva relatif lebih keras. Sedangkan buat pengemudi, kenyamanan nyetir maksimal disediakan Fortuner dan Captiva dengan setelan ketinggian pada kursinya. Selain jok, kelembutan suspensi Fortuner pun sudah teruji. Meski masih mengandalkan ladder frame, mobil dengan tenang melibas jalan bergelombang tanpa banyak guncangan. Kondisi jalan buruk pun cukup banyak diredam suspensi Captiva dan Everest. Hanya saja bantingan keduanya relatif lebih keras, terutama suspensi bagian belakang. Hal ini terasa sekali saat melintas polisi tidur. Bagian moncong mobil sudah lewat dengan mulus, namun bagian belakang relatif menyentak. Iklim kabin punterjamin pada ketiga SUV. Soalnya semua punya AC dengan sistem double blower. Pengemudi pun masih punya kuasa buat mengaktifkan. Toh kalau tidak ada penumpang enggak perlu hidup bukan? Bedanya, Fortuner dan Everest punya kisi-kisi di atas plafon. Sedangkan Captiva hanya punya satu kisi-kisi di sebelah kiri belakang. Kisi-kisi itu juga dilengkapi dengan pengatur kipas blower. Fitur Membahas keunggulan fitur di mobil SUV diesel ini benar-benar harus secara detail. Perbedaan fitur standar di mobil membuatnya tergolong sulit untuk memutuskan. Seperti Ford Everest, memiliki banyak cup holder. Baik itu di depan, konsol tengah maupun jok paling belakang sekalipun. Tiap sisinya terdapat lubang untuk menempatkan minuman.Tapi ternyata hal ini tak cukup membuat Everest bisa melenggang puas. Pasalnya Toyota Fortuner juga memiliki banyak cup holder yang masih ditambah dengan folder persis di depan lubang AC sehingga minuman bisa tetap dingin. Beralih ke kelengkapan lainnya. Seperti lampu sein yang ada di spion, tiap SUV sudah disediakan, namun hanya Everest yang memiliki lampu tersorot ke bawah untuk menyinari sekeliling ketika pintu terbuka, Disini Everest unggul. Masih di spion, Toyota Fortuner unggul karena bisa dilipat secara elektrik, sedang Everest dan Captiva tidak bisa. Sedikit banyak membantu ketika melewati jalan sempit sehingga tangan tak perlu keluar untuk melipat spion. Fitur sebagai faktor penambah kenyamanan berkendara tergambar di Toyota Fortuner. Dengan display yang cukup imut jika dibanding bodinya, Fortuner memiliki Multi Information Display (MD) yang bisa menampilkan konsumsi solar yang terpakai secara rata-rata dan suhu luar. Ini yang tak dimiliki kedua kompetitomya. Selain itu foglamp sebagai pembantu ketika melewati daerah berkabut ditemui pada Everest dan Fortuner. Namun untuk urusan in car entertainment Captiva dan Fortuner bisa bersaing. Keduanya sama-sama sudah bisa dijadikan monitor walau di Captiva masih bersifat optional, namun setidaknya unggul dibanding Everest yang hanya bisa cd saja. Secara keseluruhan, Fortuner menjadi terdepan di soal fitur ini. Karena masih ditambah adanya sensor parkir yang juga ada di Everest. Sayang Fortuner hanya tersedia manual. Sedang rivalnya terdapat otomatis. Style Tidak bisa dipungkiri kalau style dari ketiga SUV ini memiliki kekuatan yang sama. Toyota Fortuner dengan bodi besarnya yang sedikit membulat terasa pas dengan bentuk lampu depan yang besar dan sein yang terintergasi di dalam batok. Bagian buritan juga tak membosankan. Dengan lekukannya disamarkan oleh bentuk lampu yang cukup lebar. Pada SUV diesel yang di test Ford Everest memiliki tampang yang terbilang konservatif. Pasalnya bentuk muka serba kotak seperti mobil bukan pada zamannya. Selain itu masih ditambah pula dengan kap mesin yang benar-benar rata. Hal ini membuat tiap ujung kap mesin bisa terpantau dengan mudahnyasehinggatak perlu ragu ketika membelok. Tak hanya bentuk depan saja yang kotak, samping dan buritan juga sangat kotak. Sedang untuk Chevrolet Captiva, dimensinya terbilang paling kecil jika dibanding rivalnya. Walau demikian tak lantas membuatnya menjadi kaku. Bentuk depan dan buritan justru paling rounded. Ini justru membuatnya cantik diantara Fortuner dan Everest yang terkesan gagah. Semakin terlihat membulat berkat aplikasi bentuk lampu belakang layaknya telor digoreng 'mata sapi'. Kesan sport dan suka 'berlari' timbul di Captiva berkat hadirnya kedua moncong kanlpotyang bernuansa krom. Perihal pintu belakang, semuanya memiliki kemudahan ketika memasukkan barang saat ekspedisi Merapi di jalankan. Pintu Everest terbuka dengan lebarnya. Sedang Fortuner dan Captiva pintunya terbuka ke atas. Namun di Captiva, kaca belakang juga bisa terbuka ke atas. Memudahkan menaruh barang. Selain itu, bisa memotret sisi belakang mobil tanpa harus membuka pintu yang kadang kala justru tidak aman. Lihat aplikasi ini, Everest benar konservatif namun tetap memberi kemudahan bagi siapapun juga. Value for Money Menjajaki kota Klaten hingga ke pesisir Parangkusumo, sampai menapaki jalur terjal di lereng gunung Merapi dan mampir sejenak ke dataran tinggi Dieng di Jawa Tengah, rasanya cukup terakomodir dengan ketiga SUV bermesin diesel dengan torsi besar khas mobil peminum solar, belum lagi bodi jangkung yang paling pas untuk menjelajah hingga berbagai pelosok dengan kondisi jalan kurang ramah untuk dijamah mobil dengan ground clearance rendah. Bicara banderol retail on the road (OTR)-nya, Ford Everest XLT 2.5LTDCI 4x2 memiliki harga paling rendah (Rp 310,7 juta), tetapi ada keistimewaan tersendiri, yaitu sudah meggunakan transmisi otomatik. selain itu keleluasaan interior juga jadi andalan SUV dengan nama puncak gunung tertinggi di dunia itu. Kapasitas angkut barang dan orang pun jadi keistimewaan. Soal daya tahan? Ford sudah lebih dulu melanglang buana dengan mesin dieselnya, lewat 'kembaran' double cabnya, Ranger. Sementara posisi tengah diduduki Chevrolet Captiva 2.0 Sport D A/T seharga Rp 324,345 juta yang juga matik dengan kelengkapan triptonik. Boleh dibilang ini merupakan pendatang baru SUV diesel di tanah air, tetapi soal tarikan mesin memang diunggulkan oleh SUV berlogo Bow Tie ini. Sedangkan Toyota Fortuner 2.5 G merupakan satu-satunya peserta komparasi ini yang hanya dijual dalam versi transmisi manual, merupakan varian SUV diesel dengan harga retail paling tinggi. Tetapi didukung dengan brand image cukup baik dan kelengkapan yang memadai.Tentunya ini cukup sebanding dengan konsumsibahan bakarnya yang cukup irit. Kesimpulan Fortuner dan Captiva sangat menonjol di komparasi ini. Kaizen Toyota mengisyaratkan platform mesin yang sama seakan inilah Innova diesel versi jangkung. Mesin dan transmisi yang sederhana klop dengan kurva penilaian yang konstan di semua lini. Hal menonjol dari Fortuner ada pada konsumsi BBM dan kenyamanan yang di atas rata-rata. Selebihnya, hal-hal yang terlihat simpel malah menjadi kekuatan Fortuner. Hal berbeda dengan Captiva yang terlihat high end. Setidaknya terlihat dari transmisi triptonik yang sangat fun. Begitu juga dengan mesin yang powerful dengan teknologi Variable Geometry Turbo dan harga yang tergolong baik. Pilihan bagus buat Anda yang berani keluar dari pakem yang ada. Sementara Everest memberikan dinamika dalam komparasi ini. Akomodasinya paling baik dibanding yang lain. Tentunya dengan pengalaman ketangguhan yang sudah disuguhkan sebelumnya. Sumber : Tabloid Otomotif